
Ilustrasi pelajar SMP di Surabaya. Humas Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com ‒ Pandemi membuat jumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Surabaya bertambah. Imbasnya sampai pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN. Pemkot berupaya menampung lebih banyak siswa tidak mampu.
Pengajuan penambahan rombongan belajar (rombel) sudah disetujui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Tahun ini ada 20 ribu lulusan SD yang ditampung di SMPN. Besarnya kuota itu berdampak pada jumlah pagu di setiap rombel yang mencapai 40‒42 siswa.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ibnu Shobir mempertanyakan besarnya pagu setiap rombel itu. Sebab, hal tersebut bisa menjadi bumerang pada masa pandemi Covid-19. ’’Kalau satu kelas 42 siswa, pasti berdesak-desakan,’’ ujar politikus PKS itu.
Shobir menuturkan, luas ruang kelas yang tersedia juga sebenarnya tidak ideal untuk 42 siswa. Sebab, standar pelayanan pendidikan untuk SMP yang ditetapkan Kemendikbud sudah mengatur jumlah maksimal pagu per rombel adalah 36 siswa.
Meski begitu, Shobir bersyukur pemkot hanya mematok angka 20 ribu siswa tahun ini. Dengan begitu, sekolah swasta bisa mendapatkan murid yang lebih banyak ketimbang tahun lalu.
Dalam hitungannya, jumlah sebaran siswa akan seimbang. Sekolah negeri dan swasta bakal mendapatkan jatah 20 ribu siswa. Jika komitmen itu dijalankan sesuai rencana, keberlangsungan sekolah swasta bisa kembali berjalan.
Tahun lalu musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP swasta mengeluhkan kekurangan murid. Banyak siswa mitra warga yang ditempatkan pemkot di sekolah swasta yang mencabut berkasnya. Mereka lebih memilih melepaskan statusnya sebagai siswa mitra warga dan mengikuti PPDB jalur zonasi reguler ketimbang bersekolah di SMP swasta.
’’Kalau jumlah siswa tidak memenuhi jumlah bilangan operasional, nggak bisa jalan sekolah itu,’’ jelas wakil ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Surabaya itu.
Kadispendik Surabaya Supomo mengatakan, koordinasi dengan SMP swasta terus dilakukan. Sudah ada komitmen dari SMP swasta untuk menerima siswa tidak mampu. Selain itu, pemkot sudah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk membiayai secara total murid tidak mampu yang bersekolah di SMP swasta.
’’Bagaimanapun juga, sekolah swasta punya fungsi sosial. Mereka akan menerima siswa tak mampu. Kami juga berkoordinasi dengan perusahaan untuk memberikan CSR,’’ kata mantan Kadinsos itu. Di sisi lain, tambahan rombel yang diajukan ke Kemendikbud juga disalurkan ke jalur afirmasi bagi warga MBR.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022