
Photo
JawaPos.com- Jumlah ketersediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Surabaya menipis. Bahkan, beberapa golongan darah tinggal satu kantong. Kondisi tersebut memicu antrean permintaan dari pasien. Krisisnya stok darah terjadi karena minimnya jumlah pendonor.
Berdasar data yang diterima Jawa Pos pada Kamis (7/4) siang, jumlah stok darah PRC (packed red cell, sel darah merah) di UDD PMI Surabaya terbatas. Bahkan, golongan darah B dan O hanya satu kantong. Sementara itu, stok trombosit juga menipis. Terutama, golongan darah A dan B kosong. Untuk golongan darah O, hanya ada satu kantong.
Kabaghumas UTD PMI Surabaya dr Wandai Rasotedja mengatakan, data tersebut diambil per pukul 11.30. ’’Bisa jadi sore atau malam nanti sudah habis,’’ katanya. Sebab, permintaan dari pasien terus datang. ’’Kami krisis darah sejak awal jelang puasa,’’ ujar Wandai kemarin.
Menurut dia, krisisnya stok darah, baik PRC maupun trombosit, itu terjadi karena permintaan dan jumlah pendonor tidak sesuai. Setiap hari terdapat permintaan 200–250 kantong, sedangkan jumlah pendonor hanya 100–150 orang per hari.
Stok darah di UDD PMI Surabaya sudah krisis. Akibatnya, banyak keluarga pasien yang menunggu. Menurut Wandai, hingga Selasa (5/4) lalu total ada 75 pasien yang antre untuk mendapatkan darah PRC. ’’Dengan perincian, 46 orang antre mendapat golongan darah O dan 29 orang lainnya menunggu golongan darah B,’’ paparnya.
Untuk antrean trombosit, jumlahnya tidak terlalu banyak. Hanya enam orang. Semuanya antre mendapat golongan darah O. Untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, salah satu caranya adalah donor keluarga. Yakni, pendonor diambilkan dari pihak keluarga. ’’Ini pun harus dilihat kecocokannya,’’ ucapnya.
Wandai menuturkan, permintaan paling banyak adalah jenis PRC. Permintaan trombosit menurun sejak beberapa bulan lalu. Hanya, sekarang jumlah pendonor memang minim. Apalagi dalam puasa seperti sekarang. ’’Mereka mungkin takut lemas dan sebagainya, padahal donor saat puasa tidak masalah,’’ terangnya.
Mobil unit transfusi darah juga belum membantu dengan maksimal saat di Taman Bungkul dan Masjid Al Akbar (khusus Jumat). Menurunnya jumlah pendonor juga disebabkan kegiatan donor massal yang belum ada. Beberapa instansi masih meniadakan kegiatan itu. Mereka menunda hingga setelah Lebaran nanti.
Wandai berharap masyarakat bisa datang untuk menjadi pendonor. Kondisi akan aman jika sehari terdapat minim 300 pendonor. Sebab, permintaan dari rumah sakit terus berjalan. Apalagi, jumlahnya juga cukup banyak.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
