
Founder Komunitas Nol Sampah Hermawan Some. Dimas Nur Apriyanto/JawaPos.com
JawaPos.com–Sejak Maret 2022, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan kebijakan bebas kresek (kantong plastik sekali pakai). Hal itu tertuang di dalam Perwali 16/2022.
Bulan depan, perwali tersebut berusia satu tahun. Lantas, apakah perwali itu sudah maksimal berjalan?
Founder Komunitas Nol Sampah Hermawan Some mengatakan, untuk swalayan modern atau mal sudah berjalan. Namun, larangan penggunaan kresek belum maksimal di pasar-pasar tradisional.
Dia meminta agar PD Pasar Surya (PDPS) memperhatikan hal tersebut. Total ada 13-14 ribu pedagang di bawah naungan PDPS. Dan, mayoritas masih menggunakan kantong kresek sekali pakai.
”Ini masih belum diperhatikan. Bali ternyata cukup efektif dalam pengurangan sampah plastik,” jelas Hermawan Some, yang akrab disapa Wawan Some itu.
Wawan menambahkan, ke depan, Pemkot Surabaya perlu menerapkan sanksi kepada para pelaku usaha yang masih menggunakan kantong kresek sekali pakai. Sebab, di perwali 16/2022, sanksinya dinilai kurang kuat.
”Berbicara sanksi banyak yang bisa dilakukan. Misal, ketika sudah berkali-kali diingatkan, tapi tetap menggunakan kantong kresek lagi bisa saja dicabut izin usahanya,” terang Hermawan Some.
Berdasar data dari penelitian ITS, pada 2017 angka sampah plastik di Surabaya sebanyak 14 persen. Lalu, pada tahun lalu, meningkat menjadi 22 persen. Padahal pada 1988, sampah plastik di Surabaya hanya 8 persen.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Hebi mengatakan, Pemkot Surabaya sudah melakukan penegakkan sanksi. Pernah, ada sanksi hingga Rp 1,5 juta. Namun, hal itu tidak membuahkan hasil yang manis.
Pelanggaran penggunaan kantong kresek masih dijumpai meski ada sanksi. Kendati demikian, Hebi menyebutkan, pihaknya tak tinggal diam. Camat dan lurah harapannya bisa ikut mengawasi terutama di pasar-pasar wilayahnya.
”Saat ini, lebih kurang 2 ton sampah kresek atau plastik di Surabaya berkurang. Target kami masih jauh,” ucap Agus Hebi.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
