Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 November 2020 | 00.12 WIB

Sakit Hati karena Pacar Diganggu, Dua ABG Putus Sekolah Bunuh Aril

PRIHATIN: Kapolres AKBP Arief Fitrianto (tiga dari kiri) beserta jajaran merilis kasus pembunuhan dengan korban dan pelaku anak di bawah umur di Mapolres Gresik, Jumat (6/11). (Ludry Prayoga/Jawa Pos) - Image

PRIHATIN: Kapolres AKBP Arief Fitrianto (tiga dari kiri) beserta jajaran merilis kasus pembunuhan dengan korban dan pelaku anak di bawah umur di Mapolres Gresik, Jumat (6/11). (Ludry Prayoga/Jawa Pos)

JawaPos.com – Dua terduga pelaku pembunuhan terhadap bocah bernama Achmad Arinal Hakim alias Aril telah diamankan Polres Gresik. Keduanya juga masih di bawah umur. Yakni, MKS dengan usia 15 tahun dan SNI yang masih berusia 16 tahun. Jumat (6/11) Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto akhirnya merilis ungkap kasus tersebut.

’’Kedua pelaku merupakan siswa putus sekolah,’’ kata Arief dalam ungkap kasus tindak pidana itu di Mapolres Gresik.

Dari keterangan yang didapat, pembunuhan terhadap korban itu bermotif sakit hati. Dua bocah terduga pelaku mengaku emosi. ’’Dari pengakuan tersangka MKS, dia kesal karena korban telah mengganggu kekasih pelaku,’’ kata mantan Kapolres Ponorogo tersebut.

Gangguan yang dimaksudkan itu berupa korban membujuk kekasih MKS untuk memutuskan hubungannya. Caranya dengan mengirim pesan melalui aplikasi chatting. ’’Sedangkan tersangka SNI juga mengaku kesal karena korban sering mengolok-olok orang tuanya,’’ kata Arief.

Keadaan itulah yang mendasari terduga pelaku untuk membalas sakit hati ke korban. Yang membuat miris, keduanya juga mengatur rencana dengan mempersiapkan peralatan dan menentukan lokasi untuk membunuh korban. Nah, pada Rabu lalu (28/10) aksi itu dijalankan. Tersangka SNI membujuk korban menuju tempat kejadian perkara (TKP) Bukit Jamur, Bungah.

’’Awalnya korban hendak memperingati acara Maulid Nabi Muhammad,’’ urainya.


Namun, pelaku SNI mengajak korban dengan alasan bertemu rekannya. Karena tidak curiga, korban pun mengikuti ajakan SNI. Keduanya mengendarai sepeda motor. Setelah sampai TKP, rupanya MKS sudah menunggu. Rencana yang telah dipersiapkan itu pun dijalankan.

’’Tanpa berpikir panjang, dengan sangat tega,’’ ungkapnya.

Dari hasil otopsi terhadap korban, terdapat beberapa bekas luka akibat pukulan benda tumpul di bagian belakang. Termasuk luka di bagian kepala. Di hadapan penyidik, kedua terduga pelaku mengaku telah memukulkan balok kayu beberapa kali. Korban sampai tak sadarkan diri. Setelah itu, korban diangkat berdua dan dilempar ke kubangan bekas galian di Bukit Jamur. ’’Itulah yang membuat korban meninggal. Ada bekas lumpur di tenggorokannya yang menjadi bukti bahwa korban masih bernapas atau berusaha meminta pertolongan saat dilempar ke kubangan itu,’’ jelasnya.

Polisi berhasil menangkap dua terduga pelaku itu dari hasil tracking smartphone milik korban. Sebelum korban dilempar ke kubangan, handphone bermerek Oppo itu diambil dan dibawa pelaku SNI.

’’Kami mengamankan pelaku SNI di Pasuruan (bukan di Sidoarjo, Red). Dia ikut ayahnya yang bekerja sebagai kuli bangunan. Ikut membantu mengerjakan sebuah proyek,’’ tuturnya.

Sementara itu, MKS ditangkap di rumahnya. Lokasinya tidak jauh dari rumah korban di Desa Sidokumpul, Bungah.

’’Keduanya sudah mengakui perbuatannya. Hingga kini, kami amankan di sel tahanan anak yang terpisah dengan tahanan lain,’’ jelasnya.

Arief menambahkan, pihaknya masih memeriksa psikologis kedua tersangka. Sebab, dari cerita kronologi kejadian, keduanya melakukan pembunuhan tanpa penyesalan. ’’Mereka juga kecanduan game online yang identik dengan kekerasan. Bisa jadi kebiasaan itu menginspirasi mereka untuk berbuat tindakan di luar batas dan terbilang rapi. Karena itu, kami berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi seluruh orang tua untuk mengawasi anak-anaknya,’’ ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KynWJd49Mps&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore