Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 November 2020 | 02.01 WIB

Jasad Sudah Rusak & Minim Bukti, Pembunuhan ABG di Gresik Masih Gelap

PAKAI APD: Petugas mengevakuasi jasad bocah tanpa identitas yang diduga korban pembunuhan dan dibuang di kubangan air Bukit Jamur, Bungah, pada Jumat (30/10). (Istimewa) - Image

PAKAI APD: Petugas mengevakuasi jasad bocah tanpa identitas yang diduga korban pembunuhan dan dibuang di kubangan air Bukit Jamur, Bungah, pada Jumat (30/10). (Istimewa)

JawaPos.com – Identitas mayat bocah laki-laki diduga korban pembunuhan yang ditemukan mengapung di kubangan air Bukit Jamur, Bungah, pada Jumat lalu (30/10) masih misterius. Hingga Minggi (1/11), identitas korban belum terungkap. Karena itu, polisi belum berhasil membekuk pelaku pembunuhan bocah yang masih SMP itu.

Yang jelas, saat ditemukan, posisinya telungkup di kubangan air bekas galian kapur itu. Kedua kakinya terikat. Begitu pula tangannya, terikat ke belakang. Untuk mengevakuasi jasad ABG tersebut, petugas pun mengenakan alat pelindung diri (APD). Dalam temaram lampu sorot, tiga petugas tampak bergandeng tangan untuk bisa mengambil tubuh yang sudah kaku itu.

Polisi masih kesulitan untuk mengungkap mayat bocah tersebut. Sebab, di lokasi tidak ditemukan identitas apa pun.

’’Saat olah TKP (tempat kejadian perkara), tidak ada bukti pendukung lain,’’ kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga kemarin.

Sebelumnya tersiar kabar, petugas menemukan beberapa bukti pendukung seperti sarung, baju, dan peci. ’’Tidak ada, kami berupaya menyisir lokasi dengan radius sekitar 500 meter. Belum ada petunjuk atau jejak yang berhubungan dengan kematian korban,’’ ujarnya.

Bayu mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RSUD Ibnu Sina untuk mengetahui penyebab kematian, termasuk identitas korban. Sebab, hampir seluruh tubuh korban sudah rusak. Diperkirakan, jasad tersebut sudah berumur lima hari lebih sehingga cukup susah untuk dikenali.

Sementara itu, sehari sebelumya atau Kamis (29/10), di media sosial ada seseorang dengan akun Mas Arifin mengunggah telah kehilangan anak. Namanya Achmad Arinal Hakim (Aril), warga Desa Sidokumpul, Bungah. Ciri-ciri terakhir, memakai sarung, kopiah hitam, dan baju lengan pendek putih corak hitam. Dalam foto itu, usianya juga masih bocah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, sebelum hilang atau pada Rabu sore (28/10), Aril berpamitan ke ibunya ikut perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid dekat rumah. Saat pergi, bocah 15 tahun itu juga membawa smartphone untuk memantau kalau ada tugas dari sekolah. Setelah isya, ternyata Aril tidak kunjung pulang. Tak ayal, orang tuanya pun mencari Aril ke teman-teman di desanya. Maklum, Aril terbilang anak patuh. Kalau berangkat ke masjid atau bermain, dia selalu pulang tidak lebih dari pukul 21.00.

Pihak keluarga sudah melapor ke kepolisian. Namun, hingga kemarin jejak Aril belum juga ditemukan. Apakah mungkin ada keterkaitan dengan temuan mayat di Bukit Jamur itu? Menurut Bayu, pihaknya belum menemukan katerkaitan antara temuan jasad korban dan laporan anak hilang di media sosial tersebut. ’’Masih kami selidiki. Sejauh ini belum ada keterkaitannya,’’ jelasnya.

Salah satu yang menjadi pertimbangan, lanjut Bayu, waktu kejadian yang dinilai tidak sinkron. ’’Jadi, belum ada kesimpulan. Mohon waktu untuk perkembangan. Terutama menunggu hasil otopsi untuk mengetahui identitas dan penyebab pasti kematian korban,’’ tandasnya.

Smartphone Jadi Satu Kunci Pelacakan


Polsek Bungah sudah bergerak untuk menelisik apakah ada benang merah antara laporan anak hilang dari Sidokumpul, Bungah, dan temuan mayat bocah yang diduga korban pembunuhan di Bukit Jamur tersebut. Namun, polisi tidak mau berspekulasi.

’’Saat ada laporan temuan mayat itu, kami pun membawa serta orang tua ke kamar mayat RSUD Ibnu Sina. Tujuannya, memeriksa identitas jasad tersebut apakah sesuai dengan identitas putra pelapor,’’ kata Kapolsek Bungah AKP Sujiran kemarin.

Pihak keluarga juga membawa ijazah milik putranya yang hilang untuk mencocokkan sidik jari. Sayang, kondisi tubuh mayat itu sudah rusak. Tidak dapat dikenali. ’’Awalnya, memang sempat yakin ketika mereka mendengar kabar dari media sosial. Namun, setelah melihat langsung kondisi mayat di RSUD, akhirnya menjadi ragu,’’ ungkapnya.

Selain itu, umur jasad diperkirakan sudah lebih dari lima hari. Sedangkan dari laporan, anak yang hilang tersebut baru sejak Rabu lalu (28/10). Karena itu, hasil identifikasi jenazah menjadi kunci utama untuk menguak identitas mayat bocah tersebut. ’’Hingga kini masih dalam proses otopsi oleh tim medis,’’ jelasnya.

Sujiran mengatakan, pihaknya berjanji terus berupaya menggali informasi peristiwa tersebut. Bagaimana dengan smartphone yang dibawa anak hilang itu? Bukankah bisa dilakukan tracking posisi? ’’Masih proses pelacakan, belum ada hasil. Mohon bersabar agar tidak menghalangi proses penyelidikan,’’ katanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=VkowurFWN9o&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore