
Photo
JawaPos.com- Masa tanggap darurat banjir di wilayah Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sudah berlangsung sejak 1 Februari lalu. Namun, sampai saat ini bantuan sembako belum disalurkan.
Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Aditya Nindyatman mendesak Pemkab Sidoarjo segera mempercepat penyaluran bantuan. Pendataan calon penerima bantuan harus segera diselesaikan. ’’Begitu data masuk ke pemkab, harus segera diterbitkan SK bupati untuk proses penyaluran bantuan agar segera diterima warga,’’ ujarnya.
Dia juga mendesak pemkab memastikan kebutuhan air bersih dan mandi cuci kakus (MCK) terpenuhi. ’’Rasanya masih diperlukan terus sampai saat ini, terutama air bersih karena menyangkut aktivitas langsung manusia,’’ katanya.
Pada seminggu masa tanggap darurat ini, kondisi banjir di Tanggulangin berangsur surut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono menyebut, kondisi rumah tergenang dari sekitar 2.000 rumah kini menyisakan puluhan rumah saja. Ketinggian air sekitar 5 sentimeter.
’’Kami menyalakan pompa 20 jam nonstop. Lima rumah pompa, lima pompa portabel dan ini ditambah lagi dua pompa mobile dari BBWS Brantas,’’ ucapnya.
Upaya itu cukup membuat air turun signifikan. Meski, ketinggian air juga sempat tidak turun saat hujan turun seperti yang terjadi dua hari yang lalu. ’’Tapi, ini progresnya cukup baik, ada penurunan terus,’’ jelasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Dwijo Prawito menyatakan, pihaknya sampai saat ini masih rutin mendistribusikan air bersih. Menurut dia, jumlahnya sudah cukup. ’’Air bersih dan MCK kami suplai sesuai permintaan masyarakat,’’ katanya.
Dwijo menyebut ketinggian air memang berangsur surut. Di Banjarasri saja yang cukup tinggi, sekitar 5 sampai 15 sentimeter. Dia mengatakan, jika bisa segera surut, masa tanggap darurat tidak akan diperpanjang.
Masa tanggap darurat berakhir pada 14 Februari mendatang. Di tengah banjir yang mulai surut, pembelajaran tatap muka di SMPN 2 Tanggulangin mulai berlangsung kemarin (6/2).
Waka Bidang Kurikulum SMPN 2 Tanggulangin Dwi Supriantoro menjelaskan, seluruh siswanya mulai masuk sekolah kemarin. Namun, tidak apa-apa memakai sandal atau tidak bersepatu. ’’Air mulai surut, tapi masih ada genangan di jalan menuju sekolah, halaman sekolah, dan di dua kelas masih ada air sisa banjir,’’ ungkapnya.
Ke depan, pihaknya akan melihat kondisi sekolah. Jika tidak banjir lagi, pembelajaran tatap muka berlanjut. ’’Jika banjir lagi, pembelajaran online lagi,’’ pungkasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
