alexametrics

Kemasukan Saham Siluman, Modal Rp 6,5 Miliar Hanya Tersisa Rp 1,7 M

7 Februari 2021, 12:12:29 WIB

Ongky Wira Setiawan membeli saham dengan nilai Rp 6,5 miliar. Namun, saat ditarik, tersisa Rp 1,7 miliar. Salah satu penyebabnya adalah ada saham siluman yang tercatat atas namanya meski dia tidak pernah membelinya.

ONGKY tertarik membeli saham Repurchase Agreement (REPO) di PT Trisurya Lintas Investama (TLI) setelah ditawari PT Versailles Indomitra Utama (VIU) selaku broker. Mantan karyawan bank tersebut sempat menelusuri rekam jejak perusahaan manajer investasi itu. Hasilnya, PT TLI termasuk perusahaan yang bagus.

”Mereka pakai trust sekuritas dan sekuritasnya saya lihat aman. Saya dibuatkan RDN (rekening dana nasabah, Red). Mereka yang mengatur semuanya,” ujar Ongky.

Pada awal 2018, pria yang tinggal di Genteng, Surabaya, itu membeli 575.100 lembar saham Bank Jabar (BJBR) senilai Rp 1 miliar. ”Seiring berjalannya waktu, tidak ada masalah. Lancar-lancar saja,” katanya.

Ongky yang sudah yakin investasinya tidak bermasalah kembali membeli saham di PT TLI. Dia membeli saham BJBR tiga kali selama 2018 hingga 2019. Yaitu, 936.000 lembar saham (senilai Rp 1,5 miliar), 1.193.900 lembar saham (senilai Rp 2 miliar), dan 588.200 lembar saham (senilai Rp 1 miliar). Total, Ongky sudah membeli 3.293.200 lembar senilai Rp 5,5 miliar. Selain itu, Rp 1 miliar lagi dia belikan saham Semen Baturaja (SMBR).

Namun, belakangan investasinya macet. Bunga 9 persen tidak didapat meski sudah jatuh tempo. Karena itulah, dia berniat untuk menarik semua uang yang diinvestasikan.

Saat ditarik, jumlah lembar sahamnya tidak sama dengan yang dibeli. Ongky mencontohkan, saham BJBR miliknya yang seharusnya 3.293.200 lembar hanya tercatat 1.631.900 lembar. Begitu pula saham SMBR 698.400 lembar, hilang 18.700 lembar. ”Selisihnya lembar saham sampai separo,” ungkapnya.

Selain itu, dia mendapati lembar saham tidak dikenal di daftar saham yang pernah dibelinya. Sekitar 100 ribu lembar saham asing itu tiba-tiba ada di dalam rekeningnya. Itu seperti saham siluman. ”Saya tidak pernah beli, saya tidak pernah transaksi kok tiba-tiba ada di rekening saya,” terangnya.

Saham tidak dikenal itu grade-nya rendah. Satu lembar saham hanya Rp 350. Jauh lebih murah daripada saham yang biasa dia beli seharga Rp 1.300 per lembar. Masuknya saham ber-grade rendah tersebut dirasa merugikan. Sebab, saham tidak dikenal itu mengacaukan nilai saham yang dibelinya. Nilainya menjadi jauh menurun. ”Itu yang jadi selisihnya tidak keruan,” ucapnya.

Dari modal Rp 6,5 miliar, hanya Rp 1,7 miliar yang bisa dicairkan. ”Mereka bilang yang ada saja bisa ditarik. Sisanya tidak ada,” katanya. Ongky terus menagih, tapi tidak mendapat respons positif. Dia lalu melaporkan Dirut PT TLI Tommy Iskandar Widjaja ke Polrestabes Surabaya.

Baca Juga: Direktur Gelapkan Gaji Karyawan Outsourcing Cleaning Service Rp 2,2 M

Pengacara Ongky, Advent Dio Randy, menyatakan, Tommy dilaporkan terkait dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan. ”Penggelapannya adanya selisih lembar saham yang hilang. Penipuannya adanya saham tidak dikenal yang tiba-tiba masuk,” ujar Dio. Kini kasus tersebut diusut penyidik Polrestabes Surabaya. Tommy sudah dimintai keterangan.

Sementara itu, Yudhistira, pengacara Tommy, menyatakan bahwa kliennya sama sekali tidak pernah mengenal Ongky. Tommy kini sepenuhnya menyerahkan penanganan perkaranya kepada penyidik. Dia percaya penyidik sudah melaksanakan tugasnya secara profesional. ”Klien kami tidak pernah mengenal, bertemu apalagi melakukan transaksi REPO saham dengan saudara Ongky,” kata Yudhistira.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c13/eko




Close Ads