Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 November 2020 | 18.18 WIB

Terduga Pelaku Pembunuhan Aril Masih Bocah SMP

MEMPRIHATINKAN: Petugas Satreskrim Polres Gresik melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan di area Bukit Jamur, Bungah, dengan korban seorang bocah bernama Alif. Dua terduga pelaku sedang menjalani pemeriksaan. (Istimewa) - Image

MEMPRIHATINKAN: Petugas Satreskrim Polres Gresik melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan di area Bukit Jamur, Bungah, dengan korban seorang bocah bernama Alif. Dua terduga pelaku sedang menjalani pemeriksaan. (Istimewa)

JawaPos.com – Terduga pelaku pembunuhan seorang bocah bernama Akhmad Arinal Hakim alias Aril di Bukit Jamur, Bungah, sudah diringkus jajaran Satreskrim Polres Gresik. Informasinya, pelaku tidak hanya satu orang. Yang membuat miris, ada terduga pelaku yang juga masih bocah SMP.

Namun, hingga Kamis (5/11) Polres Gresik belum mengungkapkan identitas para terduga pelaku maupun motif pembunuhan tersebut. Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga ketika dikonfirmasi tidak menampik adanya kabar penangkapan itu. Namun, pihaknya masih menginterogasi terduga pelaku.

Bayu mengatakan, sejauh ini keterangan terduga pelaku masih mencla-mencle. Karena itu, pihaknya belum bisa mendapatkan informasi dan kronologi secara utuh. Alumnus Akpol 2007 itu juga enggan berkomentar terkait kepastian jumlah terduga pelaku yang telah diamankan. Baik peran maupun motif yang digunakan saat menghabisi nyawa korban.

’’Yang pasti memang masih di bawah umur. Selebihnya masih didalami. Mohon waktu untuk investigasi lanjutan,’’ tuturnya.

Pernyataan senada disampaikan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Dia berharap masyarakat tetap bersabar. Tidak terpancing informasi simpang siur dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. ’’Masih dalam penyelidikan secara mendalam, mohon doanya,’’ katanya singkat.

Sementara itu, kabar penangkapan terduga pelaku pembunuhan bocah tersebut sudah marak beredar. Terutama di Desa Sidokumpul, Bungah, tempat asal korban Aril. Informasi yang dihimpun Jawa Pos, salah seorang tersangka itu adalah bocah berinisial S yang usianya masih 14 tahun. S juga disebut-sebut teman bermain dan teman satu sekolah Aril.

Mengungkap para terduga pelaku itu ternyata tidak mudah. Jajaran kepolisian bekerja ekstra untuk mengumpulkan bukti dan data-data. Apalagi, indikasi terduga pelakunya adalah anak di bawah umur. Karena itu, polisi pun mesti berhati-hati. Salah satu yang menjadi kunci untuk dapat melacak terduga pelaku adalah smartphone yang dibawa Aril.

Seperti diberitakan, Rabu sore (28/10) Aril berpamitan kepada orang tuanya untuk ikut kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid desa setempat. Nah, Aril juga membawa smartphone untuk memantau kalau ada tugas dari sekolah. Maklum, sejak pandemi Covid-19, para siswa harus belajar secara daring. Ternyata, hingga larut malam, Aril tidak juga pulang. Padahal, biasanya sebelum pukul 21.00, bocah semata wayang itu sudah berada di rumah.

Akhirnya, pada Kamis (29/10) keluarga melaporkan ke kepolisian. Selain itu, orang tua Aril mengunggah informasi kehilangan anak melalui media sosial. Nah, pada Jumat (30/10), ada penemuan mayat bocah di Bukit Jamur, Bungah. Tangan dan kaki jasad itu terikat. Dari hasil visum di RSUD Ibnu Sina, juga ditemukan tindak kekerasan. Ada luka di bagian tubuh dan kepala.

Awalnya pihak keluarga tidak yakin bahwa jasad yang ditemukan di Bukit Jamur itu adalah Aril. Sebab, kondisi jasad sudah sulit dikenali. Namun, dari hasil identifikasi dan bukti-bukti lebih lanjut yang dikumpulkan tim forensik, akhirnya ada kesesuaian dan dipastikan bocah hilang itu tidak lain adalah jasad yang ditemukan di Bukit Jamur. Pihak keluarga pun membawa pulang korban untuk dimakamkan tiga hari lalu (3/11).


Di sisi lain, setelah memastikan kematian korban diduga karena dibunuh, polisi pun bergerak cepat untuk menelisik pelaku. Nah, salah satu yang dijadikan kunci adalah smartphone yang dibawa Aril. Polisi melakukan tracking posisi handphone itu. Kabarnya, posisi HP tersebut berpindah-pindah. Mulai bergerak dari Lamongan hingga Sidoarjo. Bersyukur, akhirnya polisi berhasil mengungkapnya. 

Keluarga Minta Tetap Diproses Hukum


Orang tua Aril begitu terpukul dengan kepergian korban. Sebelum ada kepastian identitas Aril menjadi korban pembunuhan, Arifin –ayah Aril– masih mau berkomentar kepada awak media. Saat itu, laki-laki yang juga menjadi anggota BPD Sidokumpul tersebut meminta doa agar anaknya bisa cepat ditemukan.

Namun, setelah petugas memastikan jasad yang ditemukan di Bukit Jamur itu ada kesesuaian dengan anaknya, Arifin memilih diam. Tidak mau lagi diwawancarai. Maklum, Aril adalah anak satu-satunya dan kini telah pergi selamanya. Pihak keluarga menyerahkan kepada aparat desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Sidokumpul Ahmad Asyhar mengatakan, pihaknya juga sudah mendapat kabar bahwa para terduga pelaku telah diamankan petugas. ’’Karena sudah ditangani kepolisian, pihak keluarga pun meminta segera diproses hukum walaupun terduga pelaku masih di bawah umur,’’ ucapnya kemarin.

Asyhar menjelaskan, korban dengan salah satu terduga pelaku yang diamankan polisi itu merupakan teman bermain. Warga pun kaget begitu mendengar kabar tersebut.

’’Betul, masih berteman. Usianya juga tidak jauh berbeda. Rumahnya pun tidak jauh,’’ katanya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, para terduga pelaku diamankan polisi di tempat berbeda. Ada yang di wilayah hukum Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan. Motifnya sejauh ini masih simpang siur. Salah satunya menyebutkan, para terduga pelaku ingin menguasai smartphone yang dimiliki Aril. Namun, apakah hanya karena sebuah HP, anak-anak itu sampai tega bertindak demikian keji? Kepastiannya, menunggu keterangan resmi polisi.

Sementara itu, Sulthon Sulaiman disebut-sebut ditunjuk sebagai kuasa hukum untuk mendampingi terduga pelaku. Ketika dikonfirmasi, dia tidak menampik telah ikut mendampingi dua anak di bawah umur yang diduga menjadi pelaku pembunuhan. Dua kliennya itu berinisial SA dan SI. Hingga kemarin (5/11), keduanya masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Gresik.

’’Termasuk telah menjalani proses rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Bukit Jamur itu,’’ ujarnya.

Kedua kliennya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. SA dan SI sudah mengakui perbuatan mereka. ’’Juga mengaku membawa kabur sebuah smartphone merek Oppo milik korban,” ungkapnya.

Sulthon menjelaskan, kedua kliennya diamankan di tempat berbeda pada Rabu (4/11). SA ditangkap di Sidoarjo dan SI di rumahnya di wilayah Kecamatan Bungah. Disinggung motif pelaku, dia belum memberikan keterangan secara gamblang. ’’Mohon waktu, segera saya sampaikan, termasuk awal mula kronologi peristiwa tersebut,’’ tandasnya. (yog/c7/hud)

---

JEJAK PEMBUNUHAN ’’SI BOCAH GANTENG’’

Rabu sore (28/10): Aril berpamitan kepada orang tuanya ikut kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid desa setempat. Aril juga membawa smartphone. Hingga pukul 21.00, Aril belum pulang. Orang tua mencarinya ke sana kemari. Termasuk menanyakan ke ’’orang pintar’’.

Kamis (29/10): Keluarga melaporkan kehilangan Aril ke Polsek Bungah. Selain itu, mereka menyampaikan kabar tersebut ke media sosial.

Jumat sore (30/10): Warga melihat sesosok mayat tanpa identitas berada di kubangan air di Bukit Jamur, Bungah, dalam kondisi kaki dan tangan terikat. Petugas mengevakuasi dan membawanya ke RSUD Ibnu Sina untuk diotopsi.

Sabtu (31/10): Petugas mengajak keluarga Aril untuk mencocokkan ciri-ciri dengan jasad yang ditemukan di Bukit Jamur. Tapi, pihak keluarga masih meragukan.

Selasa (3/11): Tim medis RSUD Ibnu Sina dan tim forensik memastikan ada kesesuaian antara Aril dan mayat yang ditemukan di Bukit Jamur. Keluarga membawa pulang korban dan memakamkan Aril di makam Desa Sidokumpul, Bungah.

Rabu (4/11): Polisi membenarkan telah menangkap beberapa terduga pelaku. Namun, polisi belum memberikan rilis resmi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=aPsPwdlWW14

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore