
Kegiatan transaksi jual beli di Pasar Induk Larangan Sidoarjo. Izzatun Najibah/JawaPos.com
JawaPos.com–Jelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok terbilang cukup tinggi. Seperti daging dan bumbu-bumbu. Di Sidoarjo, harga daging sapi terus naik hingga mendekati Lebaran. Meski begitu, permintaan daging sapi cukup tinggi.
”Sekarang harga daging sapi yang biasanya Rp100 ribu sekarang jadi Rp 110 ribu per kilogram. Dari awal puasa dulu naik terus. Biasanya naik lagi mendekati Lebaran, bisa sampai Rp 120 ribu per kilogram. Tapi biar gitu, tetap ramai,” ujar Ita Novita, 47, penjual daging di Pasar Induk Larangan Sidoarjo pada Kamis (6/5).
Selain daging sapi, daging yang sering menjadi incaran masyarakat adalah daging kambing dan ayam. Ita menuturkan, harga daging kambing juga melonjak tinggi.
”Kalau daging kambing, per kilogram Rp 140 ribu. Dari sebelum puasa naik terus itu, awalnya Rp 120 ribu per kilogram,” ujar Ita.
Dia mengaku, naiknya harga karena stok dari luar terhambat masuk. Sehingga penjual daging mengandalkan daging lokal. Padahal peminat daging menjelang Lebaran sangat tinggi. Hal tersebut menyebabkan harga daging mengalami kenaikan.
Untuk daging ayam, menurut dia, harga relatif aman. Bahkan ada sedikit penurunan harga yaitu Rp 2 ribu. Pada awal Ramadan harga daging ayam antara Rp 37 ribu hingga Rp 42 ribu. Sedangkan saat ini daging ayam Rp 35 ribu– Rp 36 ribu.
”Ini harga ayam belum naik, masih normal. Tapi bisa jadi nanti kalau mau Lebaran naik nggak banyak. Tapi kalau sekarang harga masih Rp 36 ribu. Soalnya pasar sekarang masih sepi,” jelas Ima, 50, salah satu penjual daging ayam.
Sementara itu, harga bawang dan cabai di Sidoarjo tidak mengalami kenaikan signifikan. Selama satu minggu terakhir, harga bawang justru mengalami penurunan dari yang awalnya Rp 35 ribu sekarang menjadi Rp 27 ribu.
”Kalau bawang sinco Rp 25 ribu, kalau kating Rp 27 ribu per kilogram. Bawang merah umumnya di sini Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu, sekarang bawang turun,” kata Kusnawiyah, 48, penjual bawang.
Dia mengatakan, saat ini para petani bawang sedang gencar-gencarnya panen. Seperti di daerah Nganjuk, Probolinggo, dan Sukomoro.
”Sedangkan harga cabai jadi Rp 50 ribu. Kapan hari itu Rp 80 ribu, terus Rp 60 ribu sekarang turun. Karena panennya kurang. Cabai merah Rp 40 ribu per kilogram,” terang Kusnawiyah.
Naiknya beberapa kebutuhan pokok menjelang Lebaran menjadi beban bagi pembeli.
”Pusing juga saya itu. Kebutuhan makin banyak, harganya makin naik. Uangnya juga belum tentu cukup, harus dibagi-bagi sama kebutuhan lain. Saya berharap semoga harga sembako atau kebutuhan lain bisa distabilkan,” ujar Siti Juwariyah, 53, salah satu pembeli di Pasar Induk Larangan Sidoarjo.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
