Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Januari 2021 | 00.08 WIB

Awal Tahun, RSDL Indrapura Surabaya Kebanjiran Pasien Covid-19

Pria berbaju hitam, menolak tes swab sambil marah keluar dari tenda BPBD Jatim. Tangkapan layar Instagram/Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Pria berbaju hitam, menolak tes swab sambil marah keluar dari tenda BPBD Jatim. Tangkapan layar Instagram/Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Awal tahun, Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Indrapura kebanjiran pasien. Hingga Selasa (5/1), lebih dari 302 pasien dirawat di rumah sakit yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu.

Ketua Pelaksana Relawan Pendamping Keluarga Pasien Covid-19 RSDL Indrapura Radian Jadid menjelaskan, kapasitas rumah sakit hampir penuh. Sebelumnya, RSDL Indrapura hanya menyediakan kapasitas tidak lebih dari 357. Namun kini, pihak rumah sakit menambah kapasitas.

”Sekarang ditingkatkan hingga 378. Kami akan mengupayakan sampai 500. Kecenderungan peningkatan juga ada,” tutur Jadid.

Jadid mengungkapkan, RSDL Indrapura mulai melakukan screening pasien. Rumah sakit mulai menyarankan untuk isolasi mandiri di rumah yang dibantu asesmen petugas Puskesmas. ”Jumlah pasien Surabaya cukup tinggi sekitar 70 persen dari total seluruh pasien,” papar Jadid.

Di antara pasien, menurut Jadid, klaster keluarga terus meningkat. Bila sebelumnya pasien kisaran usia di bawah 20 tahun, kini terdapat beberapa pasien anak-anak. Selain itu, juga ada klaster institusi pendidikan.

”Klaster keluarga dan institusi makin banyak. Jadi ada tempat pendidikan, pesantren dan pondok. Jumlah anak-anak di klaster keluarga makin banyak. Kalau dulu kan usia remaja di atas 20, sekarang anak-anak yang kena. Lansia juga dari klaster keluarga,” ujar Jadid.

Untuk mengatasi peningkatan pasien, Jadid mengungkapkan, sejak akhir November, pihaknya sudah  melakukan penambahan nakes.

”Ruang Intensif Khusus (RIK) juga sudah penuh. Untuk kebutuhan ventilator, APD, dan berbagai hal juga mulai kesulitan. Kalau pasien mencapai angka 350 dan 400, secara rasional, nakes juga harus ditambah. Selama 7 bulan ini, mereka sudah melakukan perawatan Covid-19. Nggak bisa kalau harus dipaksakan lagi untuk bertugas terus menerus. Harus istirahat cukup supaya tidak terpapar,” terang Jadid.

Dia menambahkan, saat ini, pihak rumah sakit cukup kesulitan mendapat nakes. Sehingga, pihaknya mengandalkan rekrutmen dari lembaga keprofesian.

”Kami dibantu rekrutmen dari IDI. Bila ada penambahan pasien, kami usahakan untuk melakukan koordinasi dengan rumah sakit lain. Sebab, RSDL Indrapura juga menerima pasien dari semua wilayah Jawa Timur,” kata Jadid.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=rkLMs8QKZtg

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore