
TETAP PAKETAN: Beberapa komoditas BPNT yang diterima KPM di wilayah Kecamatan Cerme, Senin (27/7). (Tim Jawa Pos)
JawaPos.com – Atensi Mensos Juliari P. Batubara terhadap dugaan penyimpangan penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) di Kabupaten Gresik selama masa pendemi Covid-19 langsung mendapat repons Dinas Sosial Pemprov Jatim. Kepala Dinsos Jatim Dr Alwi mengatakan, pihaknya memang sudah menyiapkan laporan tersebut.seperti harapan Mensos.
”Iya, tidak apa-apa, justru dari situ kami juga mempunyai bahan. Intinya kan ada perbaikan penyaluran BPNT di lapangan,” tuturnya, Minggu (2/8).
Sebelumnya, setelah penyaluran BPNT mendapat banyak sorotan, Alwi langsung datang ke Gresik. Dia ingin mengevaluasi penyaluran BPNT. Dalam pertemuan itu hadir para agen, koordinator kecamatan, hingga koordinator daerah. Saat itu kepala Dinsos Jatim pun meminta para stakeholder bekerja sesuai ketentuan. ”Ojo sak karep-karepe dewe,” ujarnya ketika itu.
Setelah evaluasi tersebut, tentu diharapkan ada perbaikan di lapangan. Namun, dari hasil penelusuran tim Jawa Pos di beberapa lokasi, ternyata belum ada perubahan signifikan. Misalnya temuan penyaluran BPNT Juli di Kecamatan Cerme. Untuk beras yang diterima warga, ada yang berkutu. Padahal, kemasan beras itu bermerek Raja Lele. Juga, tidak semua penyalurannya melalui agen atau e-warong sebagaimana yang diatur dalam pedoman Mensos. Beberapa kegiatan penyaluran BPNT dilaksanakan di balai desa.
Selain itu, jika melihat bahan pangan yang dibagikan dalam bentuk paket, diperkirakan harganya tidak sampai Rp 200 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM). Dari harga taksiran tim Jawa Pos dengan harga di pasar, ada selisih Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per paket. Adapun penerima BPNT di Kabupaten Gresik sebanyak 92.529 KPM.
”Kalau ada temuan di lapangan, pendamping lapor ke koordinator daerah (Korda). Biar nanti diganti sama Korda,” kata Alwi.
Sementara itu, sumber Jawa Pos mengungkapkan, selisih harga dari setiap paket sembako tersebut diduga kuat mengalir ke sejumlah pihak. Termasuk, oknum di lingkungan pemerintahan. Namun, untuk memastikannya, tentu menjadi kewajiban aparat penegak hukum. Saat ini Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Gresik sudah melakukan penyelidikan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=nj7NuOsEWf8
https://www.youtube.com/watch?v=HFeYFmQLXrA
https://www.youtube.com/watch?v=GYYJMr-RaRo

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
