Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2020 | 00.17 WIB

Berdalih Pergantian Pipa, Layanan Buruk PDAM Gresik Kembali Terjadi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Keluhan layanan buruk PDAM Giri Tirta kembali mengemuka. Tidak hanya keluhan air mampet di banyak wilayah, tapi juga seputar tagihan ’’gajah bengkak’’. Para pelanggan pun hanya bisa menumpahkan kekesalan mereka melalui media sosial.

Di Kramat Langon, Gresik, misalnya. Air PDAM dikabarkan sudah lama tidak mengalir. Andik Wahyudi merupakan satu di antara sekian banyak pelanggan yang mengalami layanan buruk tersebut.

Dia mengatakan, selama sebulan terakhir, pihaknya selalu mengalami kesulitan air bersih. Beruntung, tidak jauh dari rumahnya, ada tetangga yang memiliki sumur. Karena terus-terusan mengambil air tetangga, Andik pun merasa sungkan. ’’Akhirnya memberikan ganti uang listrik kepada tetangga. Tagihan PDAM juga tetap bayar,” ujarnya.

Itu baru sebulan belakangan layanan air mampet. Sebelum itu, dua kali air mampet dialami Andik. Selama 24 jam, Andik bisa menghitung air PDAM mengalir ke rumahnya. Kalaupun ada, alirannya juga tidak deras. ’’Paling nyala dua sampai tiga jam dan hanya malam,” katanya.

Saat itu Andik mengajukan komplain ke Kantor PDAM, Jalan Permata Graha Bunder Asri. Sempat ada perbaikan. Air kembali mengalir normal. Namun, dalam beberapa hari kemudian, kejadian serupa terulang. Air mengalir hanya saat malam. ’’Sudah berulang-ulang komplain ke PDAM. Termasuk ketika mampet sebulan ini,” katanya.

Tidak hanya itu, masih di Kramat Langon, tepatnya wilayah perumahan Kecamatan Manyar, dalam dua hari terakhir ribuan pelanggan juga mengeluhkan air mampet. Salah satu di antaranya wilayah Pondok Permata Suci (PPS). Sebelumnya, dalam beberapa pekan, air sempat lancar. ’’Eh, ternyata kini kumat lagi,’’ gerutu Sukmana, pelanggan di PPS.

Selain layanan buruk kelancaran aliran air yang kerap berulang, banyak pelanggan yang mengeluhkan tagihan bengkak selama masa pandemi Covid-19. Keluhan yang disampaikan Kusnan, misalnya. Warga Kramat Langon itu menunjukkan tagihan sebesar Rp 1,6 juta. Banyak juga warga yang menumpahkan kekesalan tagihan melangit itu. Padahal, kalau dihitung, jumlah pemakaian air tidak banyak. Sebelumnya, keluhan itu kerap disampaikan kepada manajemen PDAM. Namun, warga tetap tidak berdaya.

’’Tetap meski diprotes. Kalaupun bisa, diangsur. Padahal, pemakaian air tidak banyak. Seharusnya transparan PDAM. Berapa sih tarif per meter kubiknya. Umumkan terbuka. Termasuk ke media massa. Biar warga bisa menghitung sendiri,’’ ungkap beberapa pelanggan.

Menanggapi itu, Dirut PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah tidak menampik bahwa saat ini ada masalah distribusi air ke pelanggan. Produksi air sangat kecil sehingga yang sampai ke pelanggan juga terbatas. ’’Air kecil karena ada perbaikan pompa dan pipa,” ucapnya.


Beberapa waktu lalu, di Jalan Panglima Sudirman ada beberapa petugas yang memperbaiki saluran air PDAM. Ada pergantian pipa yang sudah usang dengan pipa baru. Sebab, tahun ini PDAM mendapat anggaran Rp 25 miliar untuk mengganti pipa yang sudah tua. Lalu, soal tagihan air tinggi, pihaknya memastikan bahwa PDAM sudah tidak menggunakan hitungan rata-rata. Artinya, sudah ada petugas lapangan yang menghitung meter air ke pelanggan langsung.

’’Kasus tagihan Rp 1,6 juta (di Kramat Langon, Red) itu langsung saya cek. Ternyata, memang tagihan sudah sesuai hitungan meter di lapangan, yakni 110.022 meter kubik,” ungkapnya. Meski demikian, pihaknya meminta pelanggan yang merasa dirugikan segera mengirimkan pengaduan ke bagian pelayanan atau cabang terdekat. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=9CxsbZ2KTfw

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore