Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Januari 2020 | 01.31 WIB

Soal ICV Palsu, Jamaah Umrah Bisa Cek Sinkarkes atau Lihat Ciri Fisik

TOTAL 412 LEMBAR: Beberapa bundel ICV palsu yang diamankan pihak imigrasi, Angkasa Pura I, dan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) selama 2019. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

TOTAL 412 LEMBAR: Beberapa bundel ICV palsu yang diamankan pihak imigrasi, Angkasa Pura I, dan kantor kesehatan pelabuhan (KKP) selama 2019. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com – Temuan 412 lembar international certificate vaccination (ICV) palsu sepanjang 2019 membuat calon jamaah umrah mesti lebih jeli dan kritis. Dengan begitu, mereka mampu menilai secara mandiri keaslian atau validitas ICV yang dimiliki.

Kepala Kantor Kesehattan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya dr Budi Hidayat menuturkan, upaya pencegahan ICV palsu bisa dilakukan secara mandiri. Salah satunya adalah dengan mengunduh aplikasi bernama Sinkarkes. Itu merupakan akronim dari sistem informasi karantina kesehatan. ”Bisa diunduh melalui ponsel pintar kapan pun dan di mana pun,” katanya. Lewat aplikasi tersebut, setiap calon jamaah umrah bisa mengecek keaslian ICV. Caranya, cukup memasukkan nomor register maupun scan barcode. ”Nanti muncul datanya secara runut. Kapan dan di mana jamaah itu diimunisasi. Kalau palsu, ya jelas tidak akan muncul data seperti itu,” terang Budi.

Aplikasi tersebut sekaligus berfungsi untuk mendaftar imunisasi meningitis secara online. Calon jamaah memilih terlebih dulu satu di antara 15 rumah sakit (RS) dan poliklinik yang ditunjuk KKP. Pilihan rumah sakit itu akan muncul pada layar aplikasi. ”Bisa dipilih RS sesuai keinginan atau jarak terdekat dari rumah calon jamaah umrah,” paparnya.

Setelah imunisasi, ICV yang dikeluarkan Kemenkes bisa diambil di RS yang sudah dipilih. Budi menegaskan, ICV merupakan syarat atau legalitas mutlak bagi setiap orang yang akan menjalani ibadah umrah. ”Persis paspor yang jadi syarat mutlak WNI kalau mau bepergian ke luar negeri. Daftar imunisasinya pun sama seperti daftar paspor yang sudah pakai sistem online. ICV itu bukti bahwa calon jamaah umrah sudah diimunisasi,” imbuhnya.

Selain lewat aplikasi Sinkarkes, keaslian ICV bisa dicek dengan memperhatikan beberapa ciri fisik. Budi menyebutkan, sertifikat palsu memiliki jenis kertas yang lebih lemas dan warna yang lebih pudar. Selain itu, cap garuda di kertas terlihat kurang jelas. ”Nanti kalau sudah disinar UV, akan semakin kelihatan kalau di lembar kedua tidak ada hologram garuda,” jelasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore