
ANTISIPASI PERSEBARAN COVID-19: Petugas menyiapkan pemeriksaan sampel tes swab di Labkesda Surabaya, Sabtu (8/8). (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Warga luar kota merasa kesulitan saat akan tes swab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Surabaya. Persyaratan dinilai terlalu rumit. Hal tersebut membuat mereka tak bisa bekerja di kota ini.
Duduk di tepi jalan, Junaidi tampak lesu. Rabu pagi (30/9) adalah hari ketiga dirinya datang ke labkesda untuk ikut tes swab sebagai persyaratan masuk kerja. ”Diputar-putar. Syaratnya bikin ribet,” ucap warga Jombang tersebut.
Hari pertama dia mendapatkan informasi dari petugas untuk meminta surat keterangan sehat dari puskesmas di dekat tempat area kerja. ”Ketika saya ke puskesmas, ditolak oleh petugas. Karena saya bukan warga Surabaya,” jelasnya.
Dia kemudian datang kembali ke labkesda. Kali ini diminta untuk membawa salinan tiket. Sebagai bukti bahwa dirinya telah melakukan perjalanan ke Jombang. Kemudian keesokan harinya, ada syarat tambahan. Bahwa Junaidi harus melengkapi surat keterangan dari RT/RW tempat dirinya menginap di Surabaya. Syarat lain minimal sudah tinggal tiga hari di Surabaya. ”Masalahnya, saya di Surabaya hanya sehari dua hari, lebih banyak pulang pergi ke Jombang,” ucapnya.
Junaidi tidak tahu lagi harus bagaimana. Padahal, hasil swab itu menjadi syarat utama dia bisa bekerja di kantor perusahaan konstruksi tersebut. Kemarin, dia tampak menghubungi orang perusahaan untuk menginformasikan bahwa dirinya belum bisa ikut swab. ”Ini lho sampai saya bawa surat dari perusahaan bahwa saya betul karyawan di situ,” ucapnya sambil menunjukkan surat ke Jawa Pos.
Keluhan yang sama disampaikan Anung. Dia bekerja di bidang konstruksi sebagai mandor. Kedatangannya ke labkesda adalah untuk tes swab bagi warga luar kota. ”Saya warga Surabaya. Saya mendaftarkan karyawan yang rumahnya di luar kota,” terangnya.
Syarat yang membuatnya keberatan adalah keterangan RT/RW bahwa karyawannya tinggal di area tersebut. Anung menganggap syarat tersebut merepotkan. Tidak praktis. Sehingga seharusnya tidak perlu ada keterangan itu. Cukup di data KTP asal dan tempat tinggal di Surabaya.
”Toh nanti kalau positif juga diminta isolasi,” jelasnya. Dia berharap niat warga berpartisipasi untuk mengecek kondisi kesehatan harusnya dapat dipermudah. Sebab, warga yang datang ke labkesda bagian dari inisiatif untuk menekan dan mengontrol persebaran Covid-19.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
