
PERWAKILAN: Member Alimama memberikan bukti tambahan, Selasa (29/9). (Eddi Sudrajat/Jawa Pos)
JawaPos.com – Puluhan member Alimama mendatangi Mapolda Jatim, Selasa (29/9). Tujuannya, memberikan barang bukti tambahan kepada penyidik. Salah satunya terkait dengan nominal kerugian.
Robby Kho, koordinator member, menjelaskan bahwa sementara kerugian yang terhimpun tidak sedikit. Jumlahnya saat ini sudah mencapai Rp 2 miliar. ”Masih sangat mungkin sekali bertambah,” ucapnya.
Menurut dia, nominal kerugian itu berasal dari sekitar 1.600 member yang terdata. Di sisi lain, dia meyakini ada banyak member yang belum bergabung dalam paguyuban korban yang melapor ke polda. ”Kasus ini harus menjadi atensi polisi,” tegasnya.
Robby menyatakan, kedatangan para member adalah tindak lanjut dari laporan yang dibuat pekan lalu. Dia ingin memberikan gambaran kepada penyidik bahwa kerugian yang ditimbulkan tidak sedikit. ”Di laporan pertama, baru beberapa member yang sudah terdata,” jelas member yang mengaku mengalami kerugian Rp 240 juta tersebut.
Dia mengungkapkan, member yang membuat laporan ke polisi tidak hanya berasal dari Surabaya. Member di daerah lain menempuh langkah yang sama. Di antaranya, Jabodetabek dan Bali. ”Bisa dibayangkan kalau nominal semua member digabung. Bisa triliunan (rupiah, Red),” paparnya.
Robby menduga banyak korban karena skema investasi itu ditawarkan pada masa pandemi. Dia menerangkan bahwa instruksi pemerintah tentang work from home membuat tidak sedikit orang yang tergiur menjadi member Alimama. ”Bisa dapat uang dari rumah dengan sistem yang gampang kan,” ujarnya.
Berdasar pengamatannya, member yang menjadi korban berasal dari beragam kalangan. Mayoritas adalah usia produktif yang ingin mendapat penghasilan tambahan pada masa pandemi. Mulai pegawai, pengusaha, pelajar, mahasiswa, sampai ibu rumah tangga. ”Di awal-awal memang ada komisi yang dijanjikan,” ungkapnya.
Namun, sebagian member tidak mengambilnya langsung. Sebab, member berpatokan pada komisi yang dihitung dari saldo akun aplikasi. Makin banyak saldo, makin tinggi komisi yang didapat. Bahkan, dalam kondisi itu tidak sedikit yang justru menambah deposit. ”Karena sudah percaya dengan adanya komisi,” jelasnya.
Dia menegaskan, para mem_ber bakal terus mengawal perkembangan penyelidikan yang dilakukan polisi. Dia berharap pihak berwajib bisa mengungkap modus investasi abal-abal Alimama. ”Harus segera ditindak karena banyak sekali yang menjadi korban dan kerugiannya,” tegasnya.
Kasubdit V Cyber Crime Polda Jatim AKBP Catur Cahyono Wibowo menuturkan, pihaknya sudah merespons laporan para korban. Jajarannya berkoordinasi dengan Satgas Waspada Investasi (SWI) sebagai tindak lanjut. ”Data-data dari pelapor kami tampung sebagai bahan penyelidikan,” katanya.
Dalam perkara tersebut, penyidik untuk sementara hanya menerbitkan satu laporan polisi (LP). Sebab, laporan dari para korban hampir sama. Yang menjadi perbedaan adalah nominal kerugian yang dilaporkan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
