Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 18.31 WIB

Data Pencari Kerja Jadi Kunci Penelusuran Disperinaker Pada Kasus Pelecehan Oleh HRD di Surabaya

Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Kota Surabaya Tranggono Wahyu Wibowo (Dok Ardini Pramitha/JawaPos.com) - Image

Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Kota Surabaya Tranggono Wahyu Wibowo (Dok Ardini Pramitha/JawaPos.com)

JawaPos.com - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya meminta PT Hersindo Logistic bersikap kooperatif. PT Hersindo diminta menyerahkan data pencari kerja yang mengikuti proses wawancara sebagai bagian dari penelusuran dugaan pelecehan seksual saat rekrutmen.

Langkah yang diambil Disperinaker Surabaya ini menindaklanjuti dugaan pelecehaan seksual yang dilakukan HRD usai viral di sosial media Threads. Petugas kemudian mendatangi perusahaan dan bertemu dengan penasihat hukum untuk meminta keterangan awal terkait kasus tersebut.

Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Kota Surabaya Tranggono Wahyu Wibowo mengatakan data para pencari kerja diperlukan untuk memastikan informasi mengenai dugaan tindakan tersebut.“Kami minta kepada perusahaan agar data yang mengikuti interview diserahkan ke kami,” kata Tranggono ditemui awak media, Jumat (18/9).

Setelah data diterima, Disperinaker berencana menghubungi para pencari kerja yang mengikuti proses rekrutmen. Konfirmasi tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang mengalami atau mengetahui kejadian serupa. “Kami akan kontak satu per satu kepada para pencaker yang ikut interview di sini, proses rekrut di sini, untuk memastikan bahwa yang disampaikan itu adalah benar,” ujarnya.

Tranggono menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari proses pencarian fakta. Hingga saat ini, Disperinaker belum memiliki bukti yang dapat memastikan dugaan pelecehan tersebut benar terjadi.“Laporan ini juga kami belum ada bukti ya, sehingga kami juga harus bersama-sama membuktikan,” jelasnya.

Dalam proses penelusuran, perusahaan juga diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi. Termasuk terkait pihak yang disebut melakukan interview terhadap pencari kerja.

Menurut Tranggono, perusahaan sebelumnya menyampaikan tidak mengetahui adanya dugaan tindakan tersebut. Proses interview disebut dilakukan secara individual oleh pihak yang kini menjadi perhatian dalam laporan.

Disperinaker juga masih mendalami kapasitas orang tersebut ketika melakukan proses interview. Hal itu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan bertindak atas nama perusahaan atau atas dasar kepentingan pribadi.

“Yang bersangkutan itu bertindak atas nama apa. Apakah dia atas nama pribadi atau atas nama perusahaan. Itu masih panjang nanti proses penyelidikannya,” kata Tranggono.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore