
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tangkap pemuda pengedar narkoba jenis tembakau sintetis. (Dok Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya)
JawaPos.com - Seorang pemuda berinisial Z, 26, harus berurusan dengan polisi setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis tembakau sintetis di Surabaya. Z diamankan ketika berada di kamar kosnya di Jalan Jojoran III Nomor 40, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng.
Penangkapan dilakukan anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada Rabu (12/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Z disebut tengah menunggu calon pembeli. Dari penggeledahan, polisi menemukan tembakau sintetis dengan total berat bersih 148,732 gram. Barang tersebut ditemukan tersimpan di dalam sebuah tas hitam yang diletakkan pada bufet kamar kos.
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Adik Agus Putrawan mengatakan, barang bukti ditemukan setelah petugas melakukan penggeledahan terhadap kamar yang ditempati Z.“Kami mengamankan tersangka di dalam kamar kosnya. Ditemukan narkotika jenis tembakau sintetis yang disimpan dalam tas dan siap diedarkan,” kata Adik, Kamis (10/9).
Dalam tas tersebut, petugas menemukan 39 klip berisi tembakau sintetis. Berat bersih seluruh klip mencapai 58,372 gram. Polisi juga menemukan satu plastik berukuran besar yang berisi tembakau sintetis dengan berat bersih 90,360 gram. “Keseluruhan barang yang diamankan memiliki berat bersih kurang lebih 148,732 gram,” jelasnya.
Dari pemeriksaan sementara, Z diduga tidak hanya menyimpan barang tersebut, tetapi juga aktif menjualnya kepada pembeli. Tembakau sintetis itu dipasarkan dalam beberapa pilihan harga. Harga yang ditawarkan mulai Rp 100 ribu, Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu untuk setiap paket. Namun, sebelum transaksi berlangsung pada hari penangkapan, polisi lebih dulu mengamankan Z.
Adik menyebut aktivitas tersebut telah dijalankan Z selama kurang lebih satu bulan. Dalam sehari, tersangka diperkirakan mampu menjual hingga tujuh klip. “Z mampu menjual hingga tujuh klip tembakau sintetis dalam sehari. Aktivitas tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan sebelum akhirnya terungkap,” ujarnya.
Sebagai imbalan, Z mendapatkan upah Rp 15 ribu untuk setiap klip yang berhasil dijual. Selain memperoleh keuntungan dari penjualan, dia juga mendapat tembakau sintetis secara cuma-cuma untuk digunakan sendiri. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan di atas Z. Dari hasil pemeriksaan, tembakau sintetis yang diedarkan Z disebut berasal dari seorang pria berinisial F.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022