Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 22.17 WIB

Wamenag Sebut Santri Butuh MBG Sebelum Insiden Dugaan Keracunan

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii saat menjenguk santri yang diduga keracunan MBG di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Foto: Ardini Pramitha/JawaPos.com - Image

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii saat menjenguk santri yang diduga keracunan MBG di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Foto: Ardini Pramitha/JawaPos.com

JawaPos.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii menyebut para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam membutuhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum terjadi insiden dugaan keracunan.

Hal itu disampaikan Romo setelah meninjau sejumlah santri yang masih menjalani perawatan di RSUD RT Notopuro, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (4/9).

“Selama ini tadi beberapa yang kami tanya, selama ini mereka menunggu dan mereka sangat membutuhkan MBG itu,” kata Romo.

Menurut dia, kebutuhan santri terhadap program tersebut terlihat dari pelaksanaan MBG yang telah berjalan di ponpes tersebut selama beberapa bulan. Selama periode itu, tidak ada persoalan yang terjadi.

“Makanya keinginan untuk mendapatkan MBG itu cukup tinggi. Cuma baru kali ini mereka mengalami itu (dugaan keracunan),” ujarnya.

Romo menegaskan, insiden tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya. Investigasi, kata dia, bukan untuk mempertanyakan perlu atau tidaknya program MBG bagi pesantren, melainkan mencari tahu penyebab terjadinya dugaan keracunan.

“Tentu akan dievaluasi penyebabnya apa. Karena dari dapur yang sama, untuk anak yang sama, setelah berjalan sekian bulan, kejadiannya hari ini. Itu kan harus ada investigasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, evaluasi tidak boleh diarahkan pada keberlanjutan program MBG. Sebab, para santri justru menyambut baik program tersebut.

“Bukan investigasi masuk ke wilayah perlu tidaknya MBG, tapi ini ada apa. Itu yang perlu kita selesaikan. Artinya MBG-nya, semuanya mengatakan mereka sangat senang dan menunggu datangnya makanan dari MBG,” tambahnya.

Di sisi lain, Kementerian Agama (Kemenag) tengah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperluas penerima manfaat program MBG, termasuk di pesantren dan madrasah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore