Wabup Sidoarjo Mimik Idayana (kiri) menjenguk santri keracunan MBG di RS Siti Hajar, Sidoarjo (Dok.Rizky Pratama/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan biaya penanganan dan perawatan santri dan siswa yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) akan ditanggung.
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi para korban.
Termasuk siswi dan santri yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit maupun yang menjalani rawat jalan.
“Makanya dari tim pusat juga akan datang, kami cek kembali serta penanganannya semuanya apa biaya, itu semua akan ditanggung BGN,” kata Teguh ditemui usah meninjau SPPG Kalitengah, Rabu (2/9).
Dia menjelaskan, jumlah santri yang mengalami gejala dugaan keracunan masih terus diperbarui. Sebagian korban menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lainnya mendapatkan penanganan secara rawat jalan.
BGN, lanjut Teguh, masih melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan terkait perkembangan kondisi para santri.
“Jumlah-jumlah ini kan terus ada yang bertambah, ada yang mungkin rawat jalan dan lain-lain, ini kami terus melakukan perkembangan dan koordinasi,” ujarnya.
Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi setelah para siswa dan santri mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9). Menu yang dibagikan di antaranya nasi, telur orak-arik bumbu Bali, tumis buncis, serta tempe bumbu Bali.
Sementara itu, jumlah korban yang mengalami gejala terus bertambah. Pada hari kedua, sebanyak 35 santri kembali mengeluhkan mual dan pusing sehingga total korban yang tercatat mencapai 566 orang.
Tenaga kesehatan Puskesmas Tanggulangin Agung mengatakan, sejumlah santri kemudian dirujuk ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Dibawa ke RS Pusura, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar,” kata Agung.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati sebelumnya menyebut sebagian besar korban mengalami keluhan mual dan pusing. Korban dengan gejala ringan disebut dapat pulih lebih cepat setelah mendapatkan rehidrasi.
“Ya, tergantung dari kondisinya. Kalau bagus saja rehidrasi saja cukup ya cepat. Dalam waktu 4-5 jam sudah selesai,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022