Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 02.27 WIB

Kapolrestabes Surabaya Perintahkan Oknum Polisi Pelaku Pungli di Colombo Didemosi

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan memerintahkan oknum Satlantas berinisial S yang diduga melakukan pungli Rp 1 juta saat urus surat kecelakaan untuk didemosi. (Instagram @luthfie.daily) - Image

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan memerintahkan oknum Satlantas berinisial S yang diduga melakukan pungli Rp 1 juta saat urus surat kecelakaan untuk didemosi. (Instagram @luthfie.daily)

JawaPos.com - Kaporlestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan menegaskan oknum Satlantas berinisial S yang lakukan pungutan liar (pungli) Rp 1.000.000 kepada warga di Satpas Colombo akan disanksi demosi. 

"Saya minta Pak Kasi Propam, lakukan tindakan disiplin, kode etik. Kabag Sumda, mutasikan yang bersangkutan, demosi," perintah Luthfie melalui video yang diunggah di akum instagram pribadinya, Jumat (28/8). 

Demosi adalan bentuk sanksi berupa mutasi di lingkungan kepolisian, ke jabatan atau posisi yang lebih rendah. 

Luthfie menegaskan tidak akan memberi ruang kepada anggotanya untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai kode etik. 

Menurut dia, aparat seharusnya melayani dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. 

"Sebagian besar dari kami sudah berkomitmen untuk menjadi lebih baik, memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga masyarakat, tetapi ternyata masih ada yang mengecewakan," katanya. 

Dia mengaku kecewa dengan aksi pungli yang dilakukam oknum S. Baginya, perilaku itu menciderai citra aparat kepolisian yang telah mengabdi kepada masyarakat. 

"Saya akan berikan hukuman keras betul. Karena anak (oknum S) inilah yang mencederai rekan-rekan yang sudah berbuat baik, rekan-rekan yang sudah berjibaku memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," jelasnya. 

Dia pun meminta agar Kasatlantas Polrestabes Surabaya melakukan evaluasi, agar kejadian serupa tidak terulang. 

"Saya minta ini para Kasat juga harus bertanggung jawab ini. Saya menilai tidak ada pengawasan yang optimal dari Kasat. Saya minta menjadi perhatian betul. saya minta ini menjadi kejadian terakhir. Jangan lagi ada kejadian seperti ini," tegasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore