Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 04.39 WIB

Wawali Surabaya Armuji Panen Hujatan usai Sidak Pengontrak Tak Mau Pindah, Warganet: Bapak Tidak Tegas!

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat melalukan sidak ke rumah kontrakan Jalan Kalisari Sayangan I. (Instagram @cakj1) - Image

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat melalukan sidak ke rumah kontrakan Jalan Kalisari Sayangan I. (Instagram @cakj1)

JawaPos.com - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji alias Cak Ji, menerima banyak hujatan setelah turun tangan menangani polemik pengontrak yang tidak mau pindah, meski sudah bertahun-tahun tak membayar sewa. 

Banyak warganet yang menilai sikap Cak Ji tidak tegas. Terlebih saat orang nomor dua di Kota Pahlawan itu menyarankan pemilik rumah untuk membayar kompensasi Rp 5 juta per KK untuk 2 keluarga pengontrak.

"Cak Ji ini nggak tegas," ujar salah seorang warganet @agi*** dalam kolom komentar unggahan video sidak di Instagram Armuji @cakj1, dikutip JawaPos.com pada Selasa (7/7).

"Sampean iku sarjana + wakil walikota loh cak @cakj1. Logika dari mana tiba-tiba muncul ide (kompensasi untuk yang ngontrak), seharusnya yang anda bela itu yg punya kos-kosan karna itu hak dia," ujar warganet lain @adp***.

Armuji Tegaskan Usulan Kompensasi Rp 5 Juta Bukan Idenya
Menanggapi banyaknya hujatan dari warganet, Cak Ji mengatakan bahwa usulan membayar kompensasi sebesar Rp 5 juta per KK bukan idenya. 

Armuji menjelaskan, pemilik rumah sebelumnya pernah menawarkan kompensasi Rp 5 juta kepada pihak pengontrak agar bersedia pindah. Namun, tawaran tersebut ditolak sehingga persoalan tak kunjung menemukan titik temu.

"Bukan ide dari saya, sebelumnya sudah tanya sama orangnya itu (pihak yang bersangkutan), katanya udah pernah menjanjikan 5 juta, jadi itu saya cuma meneruskan (supaya polemik berakhir)," ujar Cak Ji. 

Dalam mediasi tersebut, Cak Ji berdalih hanya menanyakan kembali kepada pemilik rumah, apakah tawaran kompensasi Rp 5 juta yang pernah diajukan masih bersedia diberikan, sehingga polemik dapat segera diselesaikan.

"Itu kan mereka sudah pernah menawarkan Rp 5 juta, saya hanya menimpali dan menanyakan apakah tawaran itu masih berlaku, karena pemilik rumah datang ke sini (rumah aspirasi) karena sudah mentok," tegasnya.

Kronologi singkat
Polemik pengontrak rumah di Surabaya mencuat setelah video sidak Cak Ji viral di media sosial. Hingga Selasa (7/7) pukul 20.30 WIB, video yang diunggah akun instagram @cakj1 ini sudah ditonton lebih dari 10 juta akun.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore