
Jaksa Penuntut Umum dan pengacara terdakwa kompak memilih pikir-pikir soal vonis majelis hakim terhadap Samuel Ardi Kristanto. (Kolase/Novia Herawati)
JawaPos.com - Kasus pengusiran paksa dan perusakan rumah milik Nenek Elina Widjajanti belum berakhir. Jaksa dan pengacara kompak pikir-pikir terhadap vonis 3 tahun 10 bulan terhadap Samuel Ardi Kristanto.
Sebagai informasi, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis terhadap Samuel karena terbukti melakukan tindak pidana pengusiran dan perusakan rumah Nenek Elina.
"Terdakwa atas nama Samuel Ardi Kristanto divonis pidana penjara 3 tahun 10 bulan penjara, dikurangi masa penahanan," tutur Hakim Ketua, Slamet Pujiono saat membacakan amar putusan di Ruang Sidang Kartika, Rabu (1/6).
Sesaat setelah amar putusan diketuk, baik pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kompak menyatakan sikap menggantung alias "pikir-pikir" dan belum menerima keputusan pengadilan.
Penasihat hukum terdakwa, Yafet Kurniawan dan Robert Mantinia tidak langsung menerima putusan majelis hakim. Ia memilih berhati-hati dan opsi pikir-pikir untuk merumuskan strategi hukum lanjutan.
Masa pikir-pikir akan dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan Samuel Ardi Kristanto. Pembahasan tersebut mencakup berbagai opsi hukum, termasuk kemungkinan mengajukan upaya banding atas putusan hakim.
"Saya rasa nanti kalau klien saya bilang banding, saya akan mengikuti dan minta kuasa kepada Pak Samuel. Nah, ini masih pikir-pikir," ujar Robert dan Yafet setelah sidang.
Respons serupa disampaikan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU Ida Bagus Putu Adnyana yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Surabaya, juga menyampaikan pikir-pikir.
"Pikir-pikir juga Yang Mulia," tutur Ida Bagus. Apalagi, vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim lebih rendah dari tuntutan yang dibuat JPU kepada terdakwa Samuel Ardi Kristanto, yakni 4 tahun penjara.
Secara hukum, JPU dan pihak terdakwa memiliki waktu 7 hari setelah putusan dibacakan. Dalam kurun waktu tersebut, keduanya dapat mempelajari putusan sebelum memutuskan menerima atau mengajukan banding.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
