Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 22.23 WIB

Penjual Kopi Keliling Luapkan Keluhan soal Kenaikan Harga Pertamax di Aksi Kamisan Surabaya: Saya Sudah Susah!

Ike Wijayanti, seorang penjual kopi keliling saat berorasi di depan peserta Aksi Kamisan Surabaya, Taman Apsari, Senin (15/6). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Ike Wijayanti, seorang penjual kopi keliling saat berorasi di depan peserta Aksi Kamisan Surabaya, Taman Apsari, Senin (15/6). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Di tengah Aksi Kamisan di Surabaya, suara pedagang kecil ikut terdengar. Seorang penjual kopi keliling, Ike Wijayanti, memohon agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM Pertamax demi rakyat kecil. 

"Jangan naikkan harga BBM Pertamax, tolong, lihat orang-orang, pedagang kecil seperti saya, tolong turunkan semua," ujar perempuan berusia 40 tahun tersebut saat berorasi di depan ratusan massa Aksi Kamisan, Senin (15/6) kemarin. 

Sore itu, Ike Wijayanti hanya berniat berjualan seperti biasa. Sambil mendorong gerobak kopinya dengan sepeda pancal, ia melihat kerumunan massa di Taman Apsari, depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Berharap dagangannya lebih laris dan bisa membawa pulang tambahan penghasilan, ia pun menepi. Tak disangka, langkah kecilnya itu justru membawa dirinya berdiri di depan massa untuk menyuarakan keluh kesah sebagai rakyat kecil.

"Saya orang miskin, tolong jangan dibeda-bedakan ya. Kalau Bapak (Presiden Prabowo Subianto) bisa melihat pidato saya ini, BBM (Pertamax) diturunkan harganya, Pak. Minta tolong," imbuhnya dengan suara serak.

Ike bercerita bahwa sebelumnya dirinya menggunakan BBM Pertamax. Namun, sejak adanya kenaikan per 10 Juni 2026, perempuan penjual kopi keliling ini pun tak ada pilihan untuk berpindah ke Pertalite. 

"Biasanya pakai Pertamax, mbak. Tetapi karena harga naik, sekarang (pakai) Pertalite. Makanya saya minta tolong (ke pemerintah) jangan dinaikkan lagi, nggak cuma BBM, ini harga sembako, cabe juga ikut naik," keluh Ike saat berbincang dengan JawaPos.com.

Lebih jauh, meski hidup di tengah impitan ekonomi, Ike menunjukkan bahwa dirinya sebagai perempuan juga mampu bertahan dan tidak patah semangat. Selama dua tahun terakhir, perempuan tersebut berkeliling menjajakan kopi. 

"Saya, dengan gerobak saya seperti itu (menunjuk gerobak kopi keliling), saya tunjukkan bahwa saya bisa untuk jualan seperti ini," ucap Ike dengan suara terbata-bata dan mata berkaca-kaca menahan air mata.  

Keberanian Ike untuk menyuarakan keluh kesahnya mendapat apresiasi dari peserta Aksi Kamisan. Riuh tepuk tangan terdengar jelas saat penjual kopi keliling tersebut menutup orasinya dengan kalimat sederhana. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore