
Ilustrasi menyimpan daging kurban. (Freepik)
JawaPos.com - Momen Hari Raya Iduladha identik dengan stok daging kurban yang melimpah. Namun, cara menyimpan daging ternyata tak boleh asal agar kualitas, kesegaran, dan kebersihannya tetap terjaga.
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Prof. Mustofa Helmi Effendi mengatakan risiko kontaminasi daging kurban dapat terjadi saat proses penyembelihan maupun peletakan daging setelah disembelih.
"Pasalnya, penyembelihan kurban di Indonesia masih menggunakan metode tradisional. Ini berisiko menimbulkan kontaminasi apabila tidak dilakukan dengan sanitasi dan penanganan yang tepat," ujarnya di Surabaya, Selasa (26/5).
Menurut Prof. Mustofa, daging kurban dan jeroan harus dipisahkan dengan baik untuk mencegah kontaminasi silang. Ia juga mengingatkan agar daging kurban tidak diletakkan langsung di tanah.
“Kita harus menyadari bahwa di Indonesia masih banyak penyembelihan di luar RPH, sehingga banyak orang yang tidak mengerti teknik pemotongan, teknik pencacahan, dan teknik pengulitan, ikut ambil bagian (dalam pemotongan hewan kurban)” imbuhnya.
Mustofa menilai distribusi daging kurban di masyarakat masih belum sepenuhnya higienis. Penggunaan plastik daur ulang dan proses pembagian yang kurang bersih dinilai berisiko meningkatkan kontaminasi.
“Sebaiknya menggunakan wadah yang tidak mengkontaminasi. Jangan gunakan plastik hasil daur ulang dan plastik berwarna hitam. Pakailah plastik yang food grade, yang kontaminannya sangat sedikit,” beber Prof. Mustofa.
Selain distribusi, penyimpanan daging kurban juga perlu diperhatikan. Guru besar di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Veteriner Unair tersebut menyarankan daging dipotong kecil-kecil sebelum dimasukkan ke kulkas/ freezer.
Menurutnya, standar keamanan pangan daging di Indonesia harus mengacu pada prinsip ASUH, yaitu aman, sehat, utuh, dan halal, dengan aspek kehalalan sebagai prioritas utama dalam proses penyembelihan hewan kurban.
“Jadi kalau kita bicara soal keamanan pangan. Di sini, yang utama itu adalah kehalalan dulu. Jangan bicara keamanan pangan dulu, karena kita berkaitan dengan hewan-hewan,” tegas Prof. Mustofa.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
