
Ilustrasi daging kurban (Magnific)
JawaPos.com - Momen Idul Adha memang identik dengan aneka olahan daging yang menggugah selera. Mulai dari sate, gulai, rendang, hingga tongseng kerap tersaji di meja makan keluarga dan sulit untuk ditolak. Namun, perubahan pola makan secara mendadak terutama konsumsi daging dalam jumlah besar, makanan bersantan, serta minuman manis bisa mempengaruhi kadar kolesterol dan gula darah jika tidak diimbangi pola hidup sehat.
Kondisi ini perlu lebih diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, atau berat badan berlebih agar tidak memicu keluhan kesehatan setelah hari raya. Pasalnya, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus mempengaruhi kestabilan gula darah bila dikonsumsi tanpa kontrol porsi dan keseimbangan nutrisi.
Melansir tips kesehatan Idul Adha dari Kementerian Kesehatan RI, edukasi gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), serta situs kesehatan dari Halodoc, menjaga pola makan seimbang, membatasi konsumsi lemak berlebih, memperbanyak asupan serat, dan tetap aktif bergerak menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kadar kolesterol dan gula darah tetap stabil selama momen Idul Adha.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa diterapkan saat banyak makan daging kurban.
1. Batasi Porsi Daging dalam Sekali Makan
Mengkonsumsi daging secara berlebihan dalam satu waktu dapat membuat tubuh bekerja lebih keras memproses lemak dan protein. Sebaiknya konsumsi daging secukupnya dan imbangi dengan makanan lain yang kaya serat. Membagi porsi makan dalam jumlah kecil juga membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik.
2. Pilih Cara Memasak yang Lebih Sehat
Metode memasak seperti merebus, memanggang, mengukus, atau menumis dengan sedikit minyak lebih disarankan dibanding menggoreng. Cara ini membantu mengurangi tambahan lemak berlebih tanpa menghilangkan cita rasa daging.
3. Kurangi Penggunaan Santan Berlebihan
Masakan khas Idul Adha seperti gulai atau opor umumnya menggunakan santan yang cukup banyak. Santan memang lezat, tetapi kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi jika dikonsumsi berlebihan. Kamu tetap bisa menikmatinya, tetapi sebaiknya dalam porsi wajar dan tidak terlalu sering.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
