
Talkshow Kebangsaan 2026 bertema Rekonstruksi Nilai Nasional di Era Globalisasi: Bangun Kesadaran Kritis, Kuatkan Nasionalisme digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Fisipol Unesa. (Istimewa)
JawaPos.com - Nasionalisme menjadi benteng penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi media sosial dan fenomena post truth. Menurut Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi benar dan tidak benar.
Pernyataan itu disampaikan Cahyo dalam Talkshow Kebangsaan 2026 bertema Rekonstruksi Nilai Nasional di Era Globalisasi: Bangun Kesadaran Kritis, Kuatkan Nasionalisme di Gedung i6 Srikandi FISIPOL Universitas Negeri Surabaya yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Fisipol Unesa.
”Di tengah kondisi post truth yang mempengaruhi pola pikir kita tentang mana kebenaran dan mana yang harus dipercaya, nasionalisme menjadi penting untuk menjaga karakter kebangsaan kita,” tutur Cahyo Harjo Prakoso dilansir dari Antara.
Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya ini mengatakan, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista. Ketahanan karakter kebangsaan dan kedaulatan pangan juga menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan Indonesia.
”Nasionalisme adalah salah satu alat ketahanan kita sebagai bangsa. Yang menjaga kita utuh menjadi suatu bangsa, tidak hanya alutsista yang modern, tetapi juga kedaulatan pangan dan ketahanan karakter kebangsaan kita,” kata Cahyo Harjo Prakoso.
Dia menuturkan nilai nasionalisme sejatinya sudah diwariskan para pendiri bangsa sejak awal kemerdekaan. Gagasan Trisakti Presiden Soekarno masih relevan di tengah perkembangan zaman saat ini.
”Kalau kita mau menjadi bangsa yang merdeka secara utuh, inklusif, berkeadilan dan sejahtera, maka kita harus berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ujar Cahyo Harjo Prakoso.
Dia juga menegaskan kampus tidak boleh hanya menjadi ruang akademik semata. Menurut dia, perguruan tinggi harus menjadi ruang berdialektika, bertukar gagasan, dan membangun kesadaran kebangsaan untuk masa depan bangsa.
”Kampus harus menjadi ruang berdialektika kita bersama-sama. Kampus harus menjadi sarana kita untuk memberikan sumbangsih terbaik kita tidak hanya untuk kampus dan diri kita tetapi juga kepada bangsa dan negara,” tandas Cahyo Harjo Prakoso.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
