Kepala Dinkes Jawa Timur, Erwin Ashta Triyono mengatakan ada satu warga Jatim yang dilaporkan positif Hantavirus pada Januari 2026. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Erwin Ashta Triyono mengungkapkan, 1 kasus Hantavirus terdeteksi di daerah tersebut dan ditemukan pada Januari 2026. Awalnya pasien didiagnosis Leptospirosis.
"Kalau data dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) ada satu pasien bulan Januari. Tetapi pasiennya sudah baikan, sudah sembuh," tutur dokter Erwin kepada awak media di RSIA IBI Surabaya, Kamis (14/5).
Awalnya, pasien tersebut didiagnosis menderita leptospirosis, yakni bakteri berbentuk spiral (spiroset) penyebab penyakit leptospirosis (kencing tikus), sebuah infeksi zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia.
"Kemudian karena (ada gejala) demam dan kuning, sehingga sama Menkes dirorong untuk pemeriksaan Hantavirus, dan ternyata positif, tetapi sudah bagus, sudah nggak ada kasus lagi, itu kasusnya Januari 2026," imbuhnya.
Meski mengonfirmasi adanya kasus Hantavirus di Jawa Timur, Erwin tidak mengungkap identitas pasien maupun asal daerah pasien tersebut. Ia menyebut data detail masih harus dikoordinasikan dengan pihak RSUD Dr Soetomo.
Erwin hanya mengatakan bahwa pasien tersebut masuk kategori dewasa dan sudah membaik setelah dirawat di RSUD Dr. Soetomo. Setelah kasus Januari 2026, belum diterima lagi adanya laporan kasus Hantavirus.
Sebagai informasi, kemunculan wabah hantavirus dalam perjalanan kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik merenggut tiga nyawa penumpang. Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat global.
Hantavirus merupakan virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus. Gejalanya seperti demam, nyeri otot, mual, dan kelelahan.
Dokter Erwin mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tak khawatir, namun tetap waspada. Kebersihan lingkungan dan kebersihan diri menjadi kunci dalam mencegah penyebaran Hantavirus.
"Pokoknya jangan sampai kita terkontaminasi atau kontak dengan produk-produk yang terkontaminasi oleh tikus, gitu aja. Itu yang lebih banyak. Meskipun belum terdeteksi ya antara penularan manusia ke manusia," pungkas Erwin.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
