Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2026 | 18.28 WIB

Beraksi di 13 TKP, Komplotan Spesialis Bobol Rumah Kosong di Jatim Ditangkap

Konferensi pers Polda Jatim ungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan komplotan empat orang. Mereka kerap menyasar rumah kosong. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Konferensi pers Polda Jatim ungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukan komplotan empat orang. Mereka kerap menyasar rumah kosong. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Aksi komplotan spesialis pembobol rumah kosong lintas kota akhirnya terhenti. Ditreskrimum Polda Jawa Timur menangkap empat pelaku yang diduga telah beraksi di sedikitnya 13 lokasi berbeda di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

Modus mereka terbilang rapi, mengincar rumah yang terlihat kosong dengan lampu teras menyala dan pintu tergembok dari luar sebelum membobol dan menggasak emas serta barang berharga milik korban.

Penangkapan dilakukan di Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Para pelaku yang ditangkap yakni DJ alias Ndowe (48) asal Celep Sidoarjo, SDW alias Wardo (54) dari Sidokare Sidoarjo, MS alias Sapta (30) warga Tambaksari Surabaya, serta GTP alias Hoget (38) asal Kebonsari, Sidoarjo.

Pelaku DJ dan S ditangkap di Purwakarta, Jawa Barat, sementara dua pelaku lainnya, MS dan GTP ditangkap di Sidoarjo. Dalam menjalankan aksinya, ada satu lagi pelaku berinisial HEN, yang masih dalam pengejaran polisi (DPO).

"Tersangka merupakan kelompok spesialis pencurian dengan pemberatan di rumah kosong," tutur Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers, Rabu (6/5).

Kasus ini berawal dari maraknya laporan pembobolan rumah kosong di jajaran polres. Salah satunya laporan kejadian di perumahan Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, Sidoarjo pada Senin (6/4).

Kombes Pol Jules mengatakan bahwa komplotan ini bukan pemain baru. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku sudah beraksi di 13 TKP berbeda di Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Madiun, Nganjuk, Malang, hingga Ngawi.

"Selain di Jawa Timur, pelaku juga pernah melakukan pencurian dengan pemberatan di Provinsi Jawa Tengah, yakni di Solo, Sragen, dan Surakarta," imbuhnya.

Sementara itu, Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Umar mengungkapkan modus yang dilakukan komplotan tersebut. Mereka datang ke lokasi menggunakan mobil rental jenis Toyota Avanza warna hitam.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore