
Pelaku vandalisme di Kota Surabaya yang didominasi usia remaja sedang menjalani sanksi sosial, seperti mengecat ulang tembok dan merawat ODGJ di Liponsos. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Aksi vandalisme masih marak terjadi di Kota Pahlawan. Selama Januari - April 2026, Satpol PP Kota Surabaya menertibkan 20 pelaku vandalisme, yang mana mayoritas masih berusia remaja.
Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, menyebut aksi vandalisme banyak dilakukan pelajar SMP dan SMA, yang mengaku menyalurkan kreativitasnya melalui corat-coret di fasilitas umum.
Penindakan tersebut merupakan bagian dari patroli rutin yang digelar bersama aparat kepolisian. Patroli digelar setiap malam dan menyasar titik-titik yang selama ini kerap menjadi lokasi vandalisme.
"Kalau sesuai data kami di tahun 2025 itu sudah 40 orang yang kita amankan. 2026 sampai dengan April ada 20 orang. Jadi memang rata-rata di wilayah tengah (kota) yang sering (jadi tempat vandalisme)," ucapnya, Jumat (17/4).
Terbaru, Satpol PP bersama Polrestabes Surabaya menangkap empat remaja yang hendak melakukan aksi vandalisme di kawasan Viaduk, Kecamatan Gubeng pada Minggu malam (12/4).
"Kita lihat gerakannya mencurigakan, kita dekati, kita cek semua, dia bawa semacam tas ransel, kita buka isinya cat semprot semua. Langsung kita amankan, kita bawa ke kantor Satpol PP," imbuh Mudita.
Secara keseluruhan, Satpol PP Surabaya mencatat tren kasus vandalisme masih didominasi kawasan tengah kota. Mayoritas para pelaku merupakan remaja yang masih berstatus pelajar.
Dari hasil pemeriksaan, motif para pelaku umumnya berkaitan dengan hobi dan keinginan menyalurkan kreativitas. Bahkan, sebagian mengaku ingin menunjukkan eksistensi di lingkungan komunitasnya.
"Rata-rata masih di bawah umur, siswa SMP dan SMA. Ada yang ngomong (melakukan aksi vandalisme) karena hobi. Ada juga yang dia bilang menyalurkan inspirasi, menyalurkan bakat," ungkapnya.
Meski demikian, Mudita memastikan sejauh ini aksi vandalisme yang dilakukan para pelaku tidak berkaitan dengan tindak kriminal lain. Hal tersebut diperkuat dari hasil koordinasi dengan pihak kepolisian.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
