Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Maret 2026, 03.46 WIB

Riyayan Dibuka Lebar! Momen Langka Silaturahmi Bareng Gubernur Khofifah Sekaligus Bikin UMKM Laris Manis

Gubernur Khofifah gelar tradisi Riyayan 1447 H di Grahadi dan Jemursari. (Istimewa) - Image

Gubernur Khofifah gelar tradisi Riyayan 1447 H di Grahadi dan Jemursari. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Tradisi riyayan di momen Idul Fitri 1447 Hijriah kembali dihidupkan dengan cara yang lebih terbuka dan merakyat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mempersilakan masyarakat bersilaturahmi langsung ke Grahadi dan kediaman pribadinya di Jemursari.

Langkah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan upaya menghadirkan suasana Lebaran yang hangat tanpa sekat antara pemimpin dan masyarakat. Riyayan pun disiapkan menjadi ruang kebersamaan yang inklusif dan penuh makna.

Dalam keterangannya, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur Pulung Chausar menjelaskan, jadwal kegiatan yang bisa dihadiri masyarakat umum. Silaturahmi di Gedung Negara Grahadi dibuka pada 21 Maret 2026 pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

”Selanjutnya pada 22 hingga 23 Maret 2026, masyarakat dipersilakan hadir bersilaturahmi di Kediaman Pribadi Gubernur Khofifah di Jemursari dalam dua sesi, yakni pukul 10.00–13.00 WIB dan pukul 19.00–21.00 WIB,” ujar Pulung.

Kesempatan ini terbuka luas bagi siapa saja yang ingin merasakan suasana Lebaran bersama orang nomor satu di Jawa Timur. Pulung menegaskan tradisi riyayan merupakan bagian dari budaya yang terus dijaga oleh Pemprov Jatim.

”Momentum Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk memperkuat ukhuwah, membangun kebersamaan, serta membuka ruang silaturahmi yang luas antara pemerintah dan masyarakat,” ungkap Pulung Chausar.

Dia memastikan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara optimal. Harapannya, riyayan berlangsung tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh tamu yang hadir.

Tak hanya soal kebersamaan, riyayan tahun ini juga membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima dan UMKM dilibatkan langsung dalam kegiatan tersebut.

”Bagi masyarakat yang datang tidak perlu khawatir karena akan disediakan hidangan yang bisa dinikmati dari Pedagang Kaki Lima dan UMKM, semuanya gratis untuk masyarakat,” imbuh Pulung.

Ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat riyayan terasa lebih dekat dengan rakyat. Lebih jauh, Pulung menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.

”Ini juga menjadi upaya Gubernur Khofifah untuk nglarisi dagangan pelaku usaha UMKM dan pedagang kaki lima di sekitar Grahadi dan Jemursari,” tegas Pulung Chausar.

Dampaknya diharapkan tidak hanya terasa selama acara berlangsung. Perputaran ekonomi yang tercipta bisa menjadi stimulus bagi pelaku usaha kecil untuk terus berkembang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore