
Ilustrasi aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Teluk Lamong meningkat signifikan jelang Lebaran 2026. (PT Teluk Lamong)
JawaPos.com–Arus logistik jelang Lebaran 2026 mulai menunjukkan geliat sejak awal tahun. PT Terminal Teluk Lamong langsung tancap gas dengan lonjakan arus peti kemas yang tak main-main.
Performa gemilang itu tercermin dari realisasi produksi Februari 2026 yang mencapai 467.133 TEUs. Angka tersebut melesat 8,27 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal kuat meningkatnya aktivitas logistik di Jawa Timur. Terminal ini semakin mengukuhkan perannya sebagai simpul distribusi strategis di kawasan timur Pulau Jawa.
Lonjakan tersebut didorong oleh ekspansi layanan internasional yang makin agresif. Di saat bersamaan, penguatan rute domestik ikut menyumbang kontribusi signifikan.
Penambahan service baru dari pelayaran internasional di TPK Lamong menjadi salah satu faktor kunci. Sementara itu, aktivitas di Terminal Nilam juga meningkat berkat tambahan tiga call kapal peti kemas domestik.
Kombinasi dua faktor ini menciptakan efek domino terhadap peningkatan throughput terminal. Strategi operasional yang dijalankan terbukti tepat sasaran dan selaras dengan target perusahaan.
Baca Juga:Pantau 28 Titik, Kemenag Jatim Nyatakan Hilal Tak Terlihat, 1 Syawal Jatuh pada 21 Maret 2026
Senior Manager Sekretariat Perusahaan dan Hukum PT Terminal Teluk Lamong Syaiful Anam menegaskan, capaian ini bukan kebetulan. Kepercayaan pengguna jasa menjadi fondasi utama pertumbuhan tersebut.
”Peningkatan volume peti kemas dan aktivitas kapal menjadi indikator positif bahwa layanan operasional PT TTL semakin dipercaya,” ujar Syaiful Anam dalam keterangan resmi.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas terminal guna memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pengguna jasa,” imbuh dia.
Kepercayaan itu dibangun lewat konsistensi layanan yang kompetitif di tengah persaingan global. PT TTL terus menjaga standar operasional agar tetap relevan dengan kebutuhan industri pelayaran modern.
Tak hanya mengandalkan ekspansi fisik, perusahaan juga memperkuat fondasi digitalisasi. Transformasi ini menjadi kunci dalam menjaga efisiensi dan ketepatan operasional.
Salah satu inovasi utama adalah implementasi sistem Integrated Planning and Control. Sistem ini memungkinkan perencanaan dan pengawasan operasional berjalan lebih terintegrasi.
