
ANGKUT KEBUTUHAN: Masih banyak truk ODOL di area Pelabuhan Tanjung Perak (6/3). Truk ODOL masih sering dijumpai di Jalan Perak Barat maupun Perak Timur. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan jajarannya mempercepat penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), guna mencapai target Jawa Timur Zero ODOL 2027.
Pasalnya selama ini, truk ODOL tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi merusak jalan, meningkatkan risiko kecelakaan, hingga menghambat kelancaran distribusi logistik nasional.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pengendalian kendaraan ODOL tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut keselamatan seluruh pengguna jalan.
"Kendaraan dengan dimensi berlebih dan muatan berlebih (ODOL) ini meningkatkan risiko kecelakaan serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan," tutur Gubernur Khofifah di Surabaya, Sabtu (7/3).
Kerusakan jalan akibat kendaraan ODOL ini meningkatkan kebutuhan anggaran perbaikan infrastruktur, mengganggu kelancaran distribusi logistik nasional, dan memengaruhi efektivitas program pemerintah.
"Termasuk Rencana Aksi Keselamatan (RAK). Di tengah penguatan logistik nasional, ODOL justru menjadi penghambat. Kerusakan jalan akibat beban berlebih dapat mempengaruhi efektivitas distribusi dan keselamatan," imbuhnya.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) adalah memberikan fasilitas kepada pemilik kendaraan atau sopir truk untuk melakukan normalisasi dimensi kendaraan.
Secara bertahap, Pemprov Jatim memberikan dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan kepada pemilik kendaraan perorangan yg sekaligus sebagai sopir yg belum mampu melakukan normalisasi.
Pengukuran kendaraan dilakukan di Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Jalan Menanggal MGE Nomor 12, Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya.
Setidaknya ada 238 unit yang diperiksa, termasuk milik anggota Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). Hasilnya, sebanyak 160 unit kendaraan yang diukur BPTD Jatim dilakukan normalisasi sesuai spesifikasi teknis kendaraan.
"Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama dalam normalisasi kendaraan ODOL. Insya Allah kalau kita gerak bersama Jawa Timur Zero ODOL Tahun 2027,” seru Khofifah.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung program nasional zero ODOL 2027 yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
"Proses normalisasi semuanya difasilitasi oleh Pemprov Jatim melalui dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan. Mari kita teruskan, Insya Allah kita bisa zero ODOL 2027 di Jawa Timur," pungkas Khofifah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
