Penandatanganan kesepakatan dagang tarif resiprokal oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. (Dok. White House)
JawaPos.com - Indonesia secara resmi sudah bergabung dalam keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Indonesia berkomitmen mengirim ribuan pasukan perdamaian ke Gaza serta membayar iuran sekitar USD 1 miliar atau setara Rp 17 triliun.
Kebijakan ini memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Pemerintah beralasan partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian bertujuan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menyampaikan, pihaknya melakukan survei untuk memetakan opini publik, khususnya di kalangan pengguna media sosial.
"Untuk memperoleh peta opini publik, khususnya pengguna media sosial, Median melakukan survei terkait ini,” kata Rico Marbun dalam paparan hasil survei bertajuk Persepsi Publik Terhadap Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), Senin (23/2).
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 78,8 persen responden mengetahui adanya Dewan Perdamaian atau Board of Peace dengan berbagai tingkat kesadaran (awareness). Namun dari jumlah tersebut, hanya 31,2 persen yang mengetahui secara detail.
"Sementara 47,6 persen tahu atau pernah mendengar, tetapi tidak mengetahui detailnya,” jelas Rico. Survei juga menunjukkan bahwa 50,4 persen responden tidak setuju Indonesia bergabung dengan Board of Peace. Sedangkan 34,8 persen menyatakan setuju, dan 14,8 persen belum menentukan sikap.
Selain itu, 66,2 persen responden mengaku khawatir keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace akan melemahkan perjuangan Indonesia untuk Palestina. Sementara itu, 20,5 persen menyatakan tidak khawatir.
Ketika ditanya mengenai tingkat optimisme terhadap efektivitas BoP dalam membantu perjuangan rakyat Palestina, 43,6 persen responden menilai keberadaan BoP tidak akan banyak membantu. "40,4 persen responden menilai BoP dapat membantu perjuangan Palestina," tuturnya.
Survei Median dilaksanakan pada 10–14 Februari 2026 melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form yang disebarkan melalui media sosial. Responden yang menjadi target adalah pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga di atas 60 tahun.
Kuesioner disebarkan secara proporsional terhadap populasi dan tersebar di berbagai akun media sosial di seluruh Indonesia, dengan total 1.200 sampel. "Hasil survei ini dimaksudkan untuk menggali persepsi pengguna media sosial di Indonesia terhadap keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
