Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Maret 2026 | 00.02 WIB

Paman di Surabaya Dititipi Keponakan 14 Tahun Yatim Piatu, Malah Dirudapaksa hingga Hamil

Tampang paman di Surabaya yang tega merudapaksa keponakannya yang masih berusia 14 tahun hingga hamil. (Instagram @luthfie.daily) - Image

Tampang paman di Surabaya yang tega merudapaksa keponakannya yang masih berusia 14 tahun hingga hamil. (Instagram @luthfie.daily)

JawaPos.com - Bagai pagar makan tanaman, seorang paman berinisial AS, 34, warga Tambaksari, Surabaya, yang seharusnya melindungi keponakannya yang masih berusia 14 tahun, justru tega memperkosa hingga hamil.

Tersangka kini hanya tertunduk dengan seragam tahanan berwarna oranye. Perbuatan bejat AS diungkap oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan, melalui konten Instagram pribadinya @luthfie.daily.

"Tindak tegas pelaku! Masa depan anak adalah prioritas utama yang harus kita selamatkan. Kami berkomitmen tindak tegas pelaku," tulis Luthfie dalam konten media sosialnya, dikutip Rabu (11/3).

Dalam video itu, Luthfie terlihat tak kuasa menahan emosinya setelah mengetahui seorang paman menghamili keponakannya sendiri. Terlebih, korban diketahui merupakan anak yatim piatu.

"Gimana itu (korban) sudah hamil, lahiran. Jangan lah kamu mendekatk zina, ini anak umur 14 tahun loh, seharusnya kamu jagain, ini anak yatim piatu," ucap Luthfie dengan nada geram.

"Berapa kali kamu ngerusak? kamu dipasrahin untuk merawat (korban) kan?" tanyanya kepada AS.

"Nggak ingat, sering," tutur AS dengan menunduk. Ia juga mngakui tinggal dengan korban.

Sementara itu, Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari, mengungkapkan tersangka melakukan perbuatan bejat terhadap korban di rumahnya di kawasan Tambaksari sejak Agustus 2024.

Modusnya, tersangka memfitnah korban telah berhubungan badan dengan anggota keluarga lain.

Dalam kondisi tertekan, korban dipaksa melayani pelaku. Usai berbuat, tersangka memberikan sejumlah uang kepada korban.

Seiring waktu, korban diketahui hamil dan sempat memberi tahu pamannya. Namun pelaku tidak menghiraukan dan justru melarikan diri.

Nenek korban yang mengetahui kejadian itu kemudian melapor ke Polrestabes Surabaya.

"(Ketahuannya) setelah anaknya (korban) ini bilang kalau hamil, tetapi yang bersangkutan malah melarikan diri ke Nganjuk," ucap Melatisari. Tersangka mengaku kabur karena takut dengan keluarga.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore