
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau warganya untuk tak bepergian ke luar negeri di tengah konflik Timur Tengah yang memanas. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau seluruh masyarakat Kota Pahlawan untuk tidak bepergian ke luar negeri dalam beberapa waktu ke depan, terutama tujuan ke kawasan Timur Tengah.
Imbauan ini disampaikan menyusul ekskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel kepada Iran belakangan ini. Situasi di Timur Tengah semakin memanas dengan kabar kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
"Saya sampaikan ketika kondisi Timur Tengah lagi agak panas begini, ada perang, saya berharap warga Surabaya bisa untuk tidak (bepergian) ke luar negeri dulu," ucap Eri di Surabaya, Selasa (3/3).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mengetahui kondisi terkini warga Surabaya yang ada di kawasan Timur Tengah, baik yang sedang menjalankan ibadah umrah maupun tinggal di sana.
"Kita sudah berbicara dengan Kementerian Agama Surabaya, untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama (pusat) dan mengetahui jumlah warga Surabaya yang ada di sana (kawasan Timur Tengah)," imbuhnya.
Orang nomor satu di Kota Pahlawan ini juga mengimbau warga Surabaya yang tinggal di Amerika Serikat, Iran, maupun negara-negara lain di kawasan Timur Tengah untuk senantiasa waspada.
"Dengan kejadian yang seperti ini, saya berharap warga Surabaya lebih hati-hati ketika ada di Timur Tengah, karena memang perang ini tidak bisa diprediksi, ada serangan-serangan," tegas Eri Cahyadi.
Sebagai informasi, pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan bersenjata ke sejumlah titik strategis di wilayah Republik Islam Iran, termasuk kawasan ibu kota, Teheran.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan serangan tersebut menewaskan 555 warga sipil. Sekitar 200 korban di antaranya merupakan anak-anak sekolah dasar.
"555 warga negara saya yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, termasuk lebih dari 200 anak kecil di sekolah dasar, serta banyak warga sipil yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan, telah gugur sebagai syahid,” kata Boroujerdi di Jakarta, Senin (2/3).
Pemerintah Iran sangat kecewa atas tindakan Israel dan AS. Selain dilakukan di tengah-tengah perundingan, Israel - AS menargetkan sejumlah objek non militer, seperti sekolah dasar dan rumah sakit.
