Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi setelah memberikan penghormatan terakhir untuk Adi Sutarwijono di Grand Heaven Surabaya, Rabu (11/2). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meneteskan air mata saat memberi penghormatan terakhir kepada Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, di rumah duka Grand Heaven Surabaya, Rabu (11/2).
"Saya secara pribadi dan mewakili jajaran Pemerintah Kota Surabaya dan warga, hari ini kehilangan seorang sahabat, pimpinan yang luar biasa, Mas Adi Sutarwijono," ucap Eri Cahyadi dengan mata berkaca-kaca.
Mewakili keluarga almarhum, Eri jyga menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat apabila semasa hidup Adi Sutarwijono di kursi legislatif, terdapat kekurangan.
"Kami berdoa semoga Mas Adi diberikan tempat yang paling mulia, diberikan surganya Tuhan. Sekali lagi kami dari jajaran Pemkot Surabaya dan anggota DPRD mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya," imbuhnya.
Sebagai informasi, Adi Sutarwijono alias Awi menghembuskan napas terakhirnya di MRCCC Siloam Hospitals, Jakarta Selatan pada Selasa (10/2) sekitar pukul 20.36 WIB, setelah sempat mendapatkan perawatan intensif.
Jenazah Awi disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven, Surabaya lantai 1 ruangan 105, Rabu (11/2), sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih pada keesokan harinya, Kamis (12/2).
Di rumah duka Grand Heaven, Eri Cahyadi berbincang dan menguatkan istri Awi, Lusia Yekti Handayani. Sang istri bercerita bahwa Awi baru mengetahui penyakit yang dideritanya sekitar November 2025.
"Tetapi disitu beliau dengan jajaran pemerintah kota dan dengan DPRD tidak pernah merasakan sakit itu terus berjuang, bahkan paripurna setelah November itu ketemu saya juga tidak pernah cerita apa-apa," ucap Eri.
Namun tiga minggu terakhir, kondisi kesehatan Awi menurun drastis, hingga mengharuskannya menjalani perawatan intensif di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta dan menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (10/2).
"Beliau ini luar biasa, sakit tetapi tidak ingin disampaikan kemana pun karena dia berjuang untuk itu. Semoga dengan kebaikan-kebaikan dengan dedikasi beliau, surgalah yang pantas buat Mas Awi," ujarnya.
Profil singkat
Lebih dari satu dekade, politikus dengan pemilik nama lengkap, Dominikus Adi Sutarwijono malang melintang di panggung politik Surabaya. Awi lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968.
Awi menuntaskan studi sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya. Sebelum berkiprah di politik, ia lebih dulu membangun karier profesional sebagai jurnalis.
Perjalanan jurnalistik Awi diawali di Harian Surya pada 1996 - 2000. Ia kemudian bergabung dengan Majalah Tempo selama 1999 - 2003. Di tahun yang sama (2003), Awi resmi bergabung dengan PDI Perjuangan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
