
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla memberikan respons terkait tragedi siswa SD bunuh diri di Ngada, NTT. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla turut menyoroti kasus bunuh diri seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ditemui setelah menghadiri Sidang Paripurna Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jumat (6/2), Jusuf Kalla tak banyak berkomentar.
Menurutnya, tragedi yang menimpa YBR, 10 tahun, siswa kelas IV SD Negeri RJ, mencerminkan potret kelam dunia pendidikan yang masih dibelit persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial.
"Ya iru lah, komentarnya kita sudah banyak yang dibicarakan bahwa Indonesia ini (permasalahan) kemiskinan memang harus kita atasi, karena itu (tragedi bocah SD bunuh diri di NTT) akibat dari kemiskinan," ucap JK.
Ketika ditanya lebih lanjut oleh awak media tentang apa yang perlu dievaluasi oleh pemerintah agar tragedi serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, Jusuf Kalla juga enggan berkomentar banyak.
"Ya ekonominya," ucap politikus yang pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia ke-18 tersebut, sambil berjalan meninggalkan gedung Airlangga Convention Center (ACC).
Belakangan, masyarakat digegerkan dengan kisah seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR, 10 tahun, yang nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri di sebuah pohon cengkeh, Kamis (29/1) pukul 11.00 WITA.
Peristiwa pilu yang terjadi di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur bermula dari permintaan sederhana yang tak mampu dipenuhi.
Sehari sebelum kejadian, YBR sempat meminta ibunya untuk dibelikan buku tulis dan pensil. Namun karena keterbatasan ekonomi, sang ibu dengan berat hati tak dapat mengabulkan permintaan anaknya.
Sang ibu, MGT, 47, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, YBR menginap di rumahnya pada malam hari. Pagi harinya sekitar pukul 06.00 WITA, YBR diantar menggunakan ojek menuju rumah neneknya.
“Saya sempat berpesan supaya rajin sekolah dan mengerti kondisi keluarga yang sedang sulit,” ujar sang ibu dengan suara bergetar.
Ayah YBR diketahui telah meninggal dunia sebelum ia lahir. Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang telah berusia sekitar 80 tahun. Sementara sang ibu tinggal di kampung lain bersama lima anak lainnya.
Pada Kamis pagi, warga sempat juga melihat YBR duduk di depan rumah neneknya. Padahal pagi itu ia seharusnya berangkat ke sekolah. Beberapa jam kemudian, tubuh YBR ditemukan warga yang tengah menggembalakan kerbau di sekitar lokasi.
Tragedi ini semakin mengiris hati dengan sepucuk kertas yang ditemukan oleh Polres Ngada. Kertas tersebut berisi surat wasiat tulisan tangan YBR yang ditujukan untuk sang ibu dan keluarga.
Berikut isi surat yang ditinggalkan YBR:
KERTAS TII MAMA RETI (Surat buat Mama Reti)
MAMA GALO ZEEMAMA MOLO JA’OGALO (Mama saya pergi dulu, jangan menangis ya Mama)
MATA MAE RITA EE MAMA (Mama relakan Saya pergi tidak perlu Mama)
NE’E GAE NGAO EEMOLO MAMA (Menangis dan mencari atau merindukan saya)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
