
Fera Andriana dalam peresmian SPPG Surabaya Gubeng Mojo 3. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Komitmen serius Ketua Yayasan Tangan Berbagi Kasih, Fera Andriana, menjaga kualitas makanan dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga terlihat jelas saat SPPG Kota Surabaya Gubeng Mojo 3 diresmikan siang ini, Jumat (5/12/2025) di JI. Mojoklanggru Kidul No. 66.
"Hari ini kita memang ada melaksanakan peresmian, karena insya Allah nanti kita tinggal nunggu dana saja dari BGN," ujar Fera dalam agenda pembukaan, Jumat (5/12).
Ia memastikan begitu pendanaan masuk, dapur akan langsung bergerak tanpa jeda karena seluruh persiapan sudah matang. "Begitu dana sudah ada di rekening kami, di kartu akun kami, kami insya Allah nanti bisa langsung jalan," tambahnya yakin.
Fera menjelaskan pihaknya telah melakukan trial beberapa kali sebelum pembukaan agar tim siap menjalankan produksi dalam jumlah besar. "Trial itu memang kita lakukan karena sebelum kita nanti itu kerja, jadi kita sudah siap," tegasnya.
Melalui trial tersebut, seluruh alur kerja diuji mulai dari standar kebersihan, kecepatan produksi, hingga pembagian tugas tiap divisi. "Begitu kita dana cair, kita sudah siap kerja," ujar Fera menjelaskan alasan persiapan mereka sangat detail.
Pada tahap awal, dapur ini akan melayani sekitar 1.300 penerima manfaat dari jenjang PAUD, TK, dan SD. "Untuk saat ini penerimanya kurang lebih 1.300 untuk di awal ini," jelasnya.
Namun jumlah itu bisa bertambah sesuai kebijakan pemerintah karena kapasitas dapur dibuat untuk menerima volume besar. "Kalau kita dikasih 2.500 kita bisa, terus misalkan kita ditambahin dipercaya sampai 3.000 kita juga mampu pesan," ujarnya penuh keyakinan.
Fera bahkan menyebut dapurnya siap mengelola porsi jauh lebih besar bila dipercaya pemerintah. "Dengan kapasitas dapur saya yang ini lumayan besar, kita dikasih 5.000 pun kita siap," ungkapnya.
Saat ini sudah ada delapan sekolah yang terikat MOU dengan SPPG Gubeng Mojo 3. "Ini kurang lebih yang sudah ber-MOU sama kita itu 8 sekolah," kata Fera.
Sekolah-sekolah tersebut berada di satu kecamatan dan akan menjadi penerima tetap program MBG. "Jadi kebetulan di Gubeng ini itu sudah ada 2 dapur sebelumnya, jadi kita itu dapur ketiga," jelas Fera mengenai posisi dapurnya dalam ekosistem layanan gizi wilayah tersebut.
Untuk saat ini, data ibu hamil dan menyusui masih belum dimasukkan karena pendataan baru dilakukan ketika operasional berjalan. "Ibu hamil dan menyusui untuk saat ini kita belum ada datanya, kemungkinan nanti itu sambil jalan kita data," terangnya.
Fera mengatakan. fase awal dapur baru memang melewati masa percobaan dengan kenaikan bertahap jumlah penerima. "Biasanya kalau memang baru buka itu di awal itu masih masa percobaan dari 500, 1.000, terus nambah lagi 1.500, terus 2.000, 2.500 begitu," jelasnya.
Untuk mengamankan kualitas makanan, dapur ini memiliki tim gizi yang bekerja khusus mengatur menu dan komposisi nutrisi. "Tugasnya tim gizi ya dia ini mulai dari menentukan menu, terus gramatur, gramatur gizi-gizinya," ujarnya.
Tim gizi juga yang menentukan takaran lauk, sayur, dan buah agar seimbang dan memenuhi kebutuhan anak. "Kayak misalkan lauknya, buahnya begitu," tambahnya saat menjelaskan peran tim gizi.
Kebersihan menjadi prioritas utama dalam dapur untuk menjaga keamanan makanan. "Antisipasi kami itu yang nomor satu adalah dapur harus bersih gitu," tegas Fera.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
