
Ilustrasi hujan. (Putra M. Akbar/Antara)
JawaPos.com - BMKG Juanda mengimbau warga Jawa Timur untuk tetap waspada, dikarenakan cuaca ekstrem, berupa hujan disertai petir dan angin kencang, masih melanda daerah tersebut hingga 9 Desember 2025.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan saat ini, hampir seluruh wilayah di Jawa Timur sudah memasuki musim hujan. Cuaca ekstrem di musim ini kerap memicu bencana hidrometeorologi.
"Seperti puting beliung, hujan es, banjir bandang, tanah longsor. Diperkirakan dalam 10 hari ke depan hingga 9 Desember 2025 akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan," tutur Taufiq, Selasa (2/12).
Lebih lanjut, Taufiq menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem, seperti adanya fenomena gelombang atmosfer Low, Kelvin dan Rossby yang melintas di wilayah Jawa Timur.
“Lalu suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga atas turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif,” imbuhnya.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca eksrem dan bencana hidrometeorologi. Terutama di wilayah dengan topografi curam, bergunung, dan tebing.
“Masyarakat diimbau memantau kondisi cuaca terkini melalui website serta informasi peringatan dini 3 harian serta peringatan dini setiap 2-3 jam ke depan yang dibagikan website, media sosial, BMKG Juanda,” tukas Taufiq.
Dalam kesempatan yang sama, BMKG Juanda merilis 29 Kabupaten/kota di Jawa Timur yang harus waspada terhadap bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem hingga 9 Desember 2025.
Di antaranya: Kabupaten Jember, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri dan Kota Kediri, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang dan Kota Malang, Kota Surabaya.
Kemudian Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto.
Begitu pula di Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Tuban. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022