Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 November 2025, 01.54 WIB

Korban Kasus Pembunuhan Nganjuk Ternyata Istri dan Anak Polisi

Korban Kasus Pembunuhan Nganjuk Ternyata Istri dan Anak Polisi. (Dokumentasi Polres Nganjuk) - Image

Korban Kasus Pembunuhan Nganjuk Ternyata Istri dan Anak Polisi. (Dokumentasi Polres Nganjuk)

JawaPos.com - Fakta baru dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Nganjuk, terungkap. Korban ternyata adalah istri dan anak dari seorang anggota polisi aktif di Polres Nganjuk. 

Kabar ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Supriyanto. "Betul (korban adalah istri dan anak dari anggota polisi di Polres Nganjuk," tuturnya ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (28/11). 

Sebelumnya, nasib tragis dialami oleh satu keluarga di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Seorang ibu dan putrinya ditemukan tewas dan bersimba darah di rumah kos Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman. 

Peristiwa tragis ini bermula saat Polsek Nganjuk Kota menerima laporan dari warga setempat tentang dugaan penganiayaan disertai pembakaran di salah satu kamar kos kawasan Jalan Mongonsidi. 

Benar saja, saat dilakukan pengecekan, dua korban ibu dan anak berinisal EN, 41 tahun dan EJE, 22 tahun, ditemukan tidak bernyawa dengan sejumlah luka tusuk dan luka bakar di sekujur tubuh mereka. 

Saat peristiwa nahas itu, putri bungsunya berinisial EDM, 19 tahun juga berada di dalam kos. Beruntung, nyawanya masih tergolong dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk mendapatkan perawatan intensif.  

“Begitu informasi kami terima, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan. Alhamdulillah dalam waktu singkat, terduga pelaku sudah berhasil diamankan di rumahnya," tutur Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso. 

Tak sampai dua jam, pelaku berinisial DS, 30 tahun, warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk ditangkap aparat polisi di kediamannya tanpa adanya perlawanan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca mengatakan saat meringkus DS di rumahnya, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau, yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

"Masih dalam penyelidikan. Motif awal yang kami dapatkan mengarah pada sakit hati. Tim masih mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa saksi, dan memperjelas hubungan antara pelaku dan korban," tutur AKP Sukaca. 

Kini, kedua jenazah korban sudah dimakamkan di kampung halamannya, Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Sementara putri bungsu masih dalam perawatan di rumah sakit. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore