
Kader PDIP Surabaya mengusulkan Basafa atau Banteng Sang Fajar sebagai nama maskot partai. (Istimewa)
JawaPos.com–Di tengah gemuruh aktivitas politik, ada momen kecil yang justru melahirkan sebuah gagasan besar. Di Alas Purwo, saat langit membuka fajar, seekor banteng muncul di balik cahaya matahari.
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya Achmad Hidayat mengusulkan Basafa atau Banteng Sang Fajar sebagai nama maskot partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
”Beberapa waktu yang lalu ketika berkontemplasi di Alas Purwo terlihat Banteng pada saat matahari terbit, dilanjutkan dengan mengunjungi Pura Kawitan,” kata Achmad Hidayat seperti dilansir dari Antara.
Sayembara Maskot PDI Perjuangan yang kini digelar di seluruh Indonesia memang membuka ruang kreativitas politik. Namun bagi Achmad, persoalan maskot tidak sebatas desain atau nama, melainkan simbol yang mengikat identitas dan sejarah perjuangan.
”Surabaya sebagai kota kelahiran Bung Karno menjadi fondasi emosional. Basafa sekadar nama, tapi panggilan sejarah. Basafa sebagai simbol serta Benteng Pikiran Bung Karno, Penjaga Amanat Ibu Megawati Soekarnoputri, Pancasila 1 Juni 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Achmad.
Achmad tak hanya berpegang pada ideologi dan romantisme sejarah. Dia juga membawa lapisan budaya ke dalam gagasan. Dalam tradisi Sumatera Barat, istilah Basafa bermakna napak tilas untuk menghormati tokoh yang berjasa lalu melanjutkan estafet perjuangan.
Dalam pendekatan numerologi, lanjut dia, Basafa memiliki nilai angka 3. Angka yang secara kebetulan sama dengan nomor urut PDI Perjuangan dan seirama dengan ajaran Tri Sakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.
”Simboliknya bertemu di satu titik. Karakter yang percaya diri, inspiratif, komunikatif, dan terus bertumbuh. Basafa memiliki asosiasi percaya diri, inspiratif, komunikatif dan pertumbuhan secara konsisten,” tandas Achmad.
”Semoga nama Maskot ini dapat memberi warna sebagai simbol perjuangan yang merupakan kolaborasi pemuda dengan yang lebih tua agar dapat memahami aspek historis perjuangan partai, kondisi saat ini dan menyongsong kemenangan rakyat pada 2029,” ucap dia.
Sebelumnya, Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital PDI Perjuangan kembali menghadirkan kegiatan inovatif yang melibatkan partisipasi kader dan simpatisan di seluruh Indonesia. Melalui sayembara nama maskot PDI Perjuangan, partai berlambang banteng moncong putih ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menunjukkan ide dan kreativitas mereka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PDI Perjuangan membangun budaya kreatif di tubuh partai dan memberi ruang bagi kader muda dan masyarakat umum untuk berkontribusi secara positif, menunjukkan bahwa politik juga bisa dikemas secara kreatif dan menyenangkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022