Musim Hujan Datang Lebih Awal, Surabaya Tingkatkan Pencegahan Demam Berdarah. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan awal musim hujan di Surabaya, serentak terjadi pada November 2025. Namun sepekan terakhir, hujan deras mengguyur Kota Pahlawan.
Menanggapi musim hujan yang datang lebih awal, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengeluarkan surat edaran (SE) tentang antisipasi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD).
Dalam SE Nomor 400.7.9/29490/436.7.2/2025 itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto mengatakan penertbitan SE ini bertujuan untuk mengantisipasi menekan risiko penularan DBD.
“Berdasarkan prediksi BMKG, Surabaya memiliki potensi memasuki musim penghujan pada Minggu ke II November 2025 di wilayah Surabaya barat, dan diikuti wilayah selain Surabaya barat pada minggu ke III November 2025,” tutur Lilik, Rabu (29/10).
Pemkot Surabaya pun melakukan sejumlah upaya kolaboratif sebagai pencegahan dan pengendalian penyakit, serta risiko penularan DBD, salah satunya dengan PSN DBD dan gerakan 3M Plus.
“3M Plus ini, seperti menguras dan menyikat bersih bak mandi, kolam air minimal satu minggu sekali, lalu menutup rapat tempat penampungan air, misalnya seperti tempayan, tandon, drum," imbuhnya.
Kemudian M terakhir adalah memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air. Lilik juga mengimbau masyarakat untuk rutin mengganti perkakas satu minggu sekali.
"Perbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar atau rusak. Bisa juga dengan cara menaburkan bubuk pembunuh jentik (larvasida), misalnya di tempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air," terang Lilik.
Masyarakat juga bisa memelihara ikan pemakan jentik di kolam, atau bak penampungan air. Misalnya ikan cupang, atau ikan kepala timah. Selain itu masyarakat juga bisa memasang kawat kasa di jendela dan pintu rumah.
Dalam SE tersebut, Lilik meminta masyarakat untuk memakai lotion anti nyamuk. Masukkan juga disarankan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti serai dan lavender, serta membersihkan lingkungan.
Lilik mengajak seluruh masyarakat di Kota Surabaya untuk menggiatkan kerja bakti serentak secara masif di wilayahnya masing-masing, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.
Tidak hanya itu, seluruh Kecamatan, Kelurahan, Institusi Pendidikan, Kader Surabaya Hebat, PKK, RT/RW, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, hingga swasta diminta untuk bergerak dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
“Kegiatan pencegahan DBD disarankan dapat diimplementasi oleh seluruh masyarakat di Kota Surabaya, mengingat adanya mobilitas masyarakat yang tinggi," seru Sekdakot Surabaya tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
