
Tambak di Duduksampeyan bertransformasi menjadi pusat produksi melon terbesar kedua di Jawa Timur.
JawaPos.com - Tambak-tambak di Kecamatan Duduksampeyan perlahan berubah menjadi greenhouse melon. Beragam varietas ditanam dengan hasil panen mencapai 70 ton dan omset miliaran.
Saat ini terdapat 30 titik greenhouse di Kecamatan Duduksampeyan menjadikannya penghasil melon terbesar kedua di Jawa Timur.
Chomsim, warga Desa Palebon, Duduksampeyan salah satunya. Dirinya mengaku bahwa hasil panen itu langsung diambil broker yang nantinya dijual ke super market.
“Pasarnya terbuka lebar, Sidoarjo, Situbondo, Bali dan Kota Tangerang,” ujarnya.
Dirinya sendiri memiliki 17 greenhouse dengan kapasitas 34 ribu tanaman yang terdiri dari 10 varietas. Namun jumlah itu belum bisa memenuhi permintaan pasar. Karena ditarget 10 ton per hari.
Chomsim mengaku bahwa buah yang dia hasilnya memiliki berat hingga 2 kilogram. Tentunya menggunakan resep racikan untuk memanjakan tanaman miliknya.
“Ada pupuk suplai dari formulasi sendiri pakai produk Petrokimia Gresik. Yakni ZA yang saya racik kembali juga menggunakan AB mix,” jelasnya.
Racikannya itu cukup berdampak pada hasil panen yang lebih berkualitas, baik berat maupun rasa. “Dulu petambak, melihat potensi akhirnya menekuni melon ini,” imbuhnya.
Terpisah, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen mewujudkan swasembada pangan di Indonesia dengan menjamin ketersediaan pupuk subsidi maupun non subsidi. Termasuk penyederhanaan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi yang diatur pemerintah.
“Transformasi ini dilakukan untuk memberikan kemudahan akses bagi petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi,” ucapnya.
Petrokimia Gresik per 14 Oktober 2025 telah memproduksi pupuk Phonska bersubsidi sebanyak 2.112.284 ton. Jumlah ini lebih dari 97 persen jika dibandingkan dengan total target hingga akhir Oktober sebanyak 2.173.770 ton.
Capaian yang hampir sama juga terjadi pada pupuk Urea yang mencapai 462.796 ton atau sekitar 96 persen dari target di akhir Oktober sebesar 481.079 ton.
Begitu juga dengan pupuk ZA yang kembali mendapatkan subsidi dari pemerintah. Total pengantongan mulai dari Agustus (sejak ZA masuk skema pupuk bersubsidi) hingga 15 Oktober 2025 mencapai 11.071 ton atau 96,8 persen dari target hingga akhir Oktober sebesar 11.442 ton.
Untuk pupuk organik Petroganik, Petrokimia Gresik khusus di bulan Oktober 2025 ini ditargetkan memproduksi sebanyak 24.205 ton. Adapun per 15 Oktober, Petrokimia Gresik sudah memproduksi sebanyak 33.691 atau 139 persen.
"Untuk target hingga Oktober masih ada sisa dua pekan, kami optimistis target tersebut terpenuhi. Karena kapasitas produksi kami jauh lebih besar dari amanah yang diberikan Pemerintah dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. Kami siap memenuhi alokasi pupuk bersubsidi hingga akhir tahun sesuai dengan regulasi," tandas Daconi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
