
Meski TKD Dipangkas Rp 730 Miliar, Pemkot Surabaya Pastikan Anggaran Pendidikan Aman. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Meski pendapatan berkurang Rp 730 miliar akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) pada APBN 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjanji tidak mengurangi anggaran pendidikan.
"Meskipun kita ada potongan, insyaallah di tahun depan, anggaran untuk (program prioritas) pendidikan, untuk beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya (tetap berjalan)," tutur Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Minggu (12/10).
Beasiswa Pemuda Tangguh diprioritaskan bagi keluarga miskin dan pra-miskin. Satu anak per rumah akan dibiayai hingga lulus kuliah, sementara siswa SMA menerima bantuan Rp 3,5 juta per tahun.
Wali Kota Eri menambahkan bahwa program beasiswa ini diharapkan dapat membantu anak-anak Surabaya. Khususnya dari keluarga tidak mampu agar tetap melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa terbebani biaya tambahan.
"Sehingga harapan ketika sekolah swasta nanti menerima anak Surabaya yang SMA, sudah dapat BOPDA dan BOSNAS dari pusat dan provinsi, maka tidak ada lagi uang gedung dan lain-lain. Nanti kami akan koordinasi,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memangkas dana transfer ke daerah (TKD) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi Rp 693 triliun.
Meskipun meningkat dari usulan awal Rp 649,99 triliun, namun jika dibandingkan dengan alokasi TKD di APBN 2025, yakni Rp 848 triliun, maka artinya mengalami penurunan signifikan hingga sekitar Rp 155 triliun.
Lebih lanjut, Wali Kota Eri mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi dan inovasi untuk menutup defisit anggaran 2026 dari TKD sebesar Rp 730 miliar, sehingga program pembangunan tetap berjalan optimal.
"Jadi tahun 2026 itu berkurang Rp 730 miliar. Karena itu kami harus melakukan inovasi, seperti kami lakukan pembiayaan (jangka panjang), itu sebenarnya inovasi yang kami lakukan,” tutur Eri.
Ia menyebut pemilihan skema pembiayaan jangka panjang agar pembangunan di Surabaya tetap berjalan. Pembangunan yang dikerjakan lebih awal pada 2026 akan lebih efisien dibanding dilakukan bertahap hingga 2029.
"Ketika ada pekerjaan yang selesai 2029, kami bandingkan dengan kita kerjakan 2026, selisihnya Rp 50 miliar. Lebih murah yang kita kerjakan di tahun 2026 dengan dicicil, itu yang pertama,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
