
Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Liburkan Sementara Kegiatan Belajar Pasca Tragedi Musala Ambruk. (Istimewa)
JawaPos.com-Tragedi ambruknya bangunan empat lantai di area Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (29/9), menjadi perhatian banyak pihak.
Tidak terkecuali akademisi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tim ahli konstruksi dari Departemen Teknik Sipil dari kampus tersebut bahkan dilibatkan dalam operasi SAR.
Pakar Konstruksi ITS Mudji Irmawan menyatakan, siap memberikan pendampingan teknis bagi lembaga pendidikan atau pondok pesantren yang sedang merencanakan pembangunan.
“Kami siap membantu siapa pun yang ingin memastikan bangunannya aman secara teknis, baik itu lembaga pendidikan atau pondok pesantren. Tanpa dipungut biaya alias gratis,” tutur Mudji di Surabaya, Jumat (10/10).
Pendampingan teknis ini adalah bentuk kontribusi akademik ITS, yang mendorong kolaborasi antara masyarakat dan perguruan tinggi untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan fasilitas publik.
Mudji mengatakan, ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan yang ketat dalam pembangunan gedung bertingkat.
"Berdasar kajian lapangan, sebagian besar kegagalan struktur di Indonesia berawal dari kelalaian manusia dalam proses konstruksi. Lemahnya sambungan elemen dan pengawasan teknis tidak optimal juga jadi faktor," imbuh Mudji Irmawan.
Mudji menegaskan, pembangunan gedung bertingkat berisiko tinggi tanpa perencanaan yang tepat. Karena itu, keterlibatan tenaga ahli dan penerapan standar keselamatan harus diperhatikan betul sejak awal.
Pada intinya, koordinasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu diperkuat agar setiap pembangunan memenuhi standar keamanan. Sehingga tragedi yang menimpa Ponpes Al Khoziny tidak terulang lagi.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9 tentang Infrastruktur dan Inovasi, poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembangunan, bukan sekadar pelengkap,” tukas Dosen Departemen Teknik Sipil ITS tersebut.
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Sholat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part.
Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 48 berhasil teridentifikasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022