Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers update identifikasi korban Ponpes Al Khoziny, Selasa malam (8/10). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pasca tragedi ambruknya bangunan empat lantai, yang difungsikan sebagai Musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Polda Jawa Timur akan melakukan proses hukum. Hal tersebut ditegaskan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers update identifikasi korban di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Selasa malam (8/10).
"Terkait dengan tindak lanjut proses penegakan hukum, saya tegaskan kembali bahwa Polda Jawa Timur sejauh ini telah memberikan pernyataan, dari Bapak Kapolda sendiri, bahwa proses hukum akan kami lakukan," ujarnya.
Namun, Kombes Pol Jules mengatakan proses hukum baru akan dilakukan setelah proses identifikasi jenazah korban di RS Bhayangkara, rampung. Oleh karena itu, ia meminta waktu karena saat ini, Tim DVI sedang bekerja ekstra.
"Tentu kita akan melakukan tindakan-tindakan di awal baik itu upaya penyelidikan, kemudian diangkat ke penyidikan. Sejauh ini, perlu saya sampaikan bahwa proses identifikasi dari Tim DVI masih dilakukan," imbuh Jules.
Ia meminta masyarakat untuk bersabar. Biarkan Tim DVI bekerja dengan baik agar seluruh jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny dapat diidentifikasi, serta segera diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.
"Kami mohon masyarakat dan keluarga korban bersabar. Keluarga korban juga tentunya masih trauma, mengalami duka. Mari lah kita bersama-sama berempati, ya. Biarkan seluruh proses ini berjalan sebagaimana mestinya," tegasnya.
Meski proses pencarian dan evakuasi korban telah dinyatakan tuntas oleh Basarnas, Kombes Pol Jules menekankan bahwa proses identifikasi terus berlanjut sebagai bagian dari penanganan pasca bencana.
Polda Jatim memastikan bahwa seluruh tahapan penanganan terkait kasus ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, baik pencarian, identifikasi, hingga proses hukum, dilakukan secara profesional dan bertahap.
"Biarkan ini (proses identifikasi) berakhir, paling tidak beri kami waktu, beri tim DVI untuk melakukan tugasnya dengan baik, baru lah kita akan melangkah ke tahap selanjutnya (penyelidikan)," pungkas Jules.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 korban meninggal dunia, termasuk 8 body part. Dari puluhan korban meninggal dunia, 34 berhasil teridentifikasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022