Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 05.45 WIB

Tim DVI Tak Pasang Target Waktu, Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Terus Berjalan

Tim DVI Polda Jatim Ungkap Kendala Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Humas Pemprov Jatim) - Image

Tim DVI Polda Jatim Ungkap Kendala Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Pasca tragedi rubuhnya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Tim Disaster Victim Identification (DVI) bergerak cepat untuk mengidentifikasi jenazah korban.

Kepala Biddokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan sejak operasi SAR hari keempat, Kamis (2/10), pihaknya menerima kantong jenazah korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan ponpes.

Hingga hari kesembilan dan Operasi SAR resmi ditutup, Selasa (7/10), Kombes Pol Wahyu mengatakan sebanyak 62 kantong jenazah diterima oleh tim DVI Polda Jatim di Rumah Sakit Bhayangkaraa, Surabaya.

Hari demi hari, tim DVI berupaya mengidentifikasi jenazah korban, dengan cara mencocokan data Ante Mortem dan Post Mortem, baik itu melalui data primer (seperti gigi) maupun data sekunder (properti pribadi).

"Sampai dengan hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 34 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima," tutur Kombes Pol Khusnan dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Surabaya, Selasa (7/10).

Ia mengatakan proses operasi DVI masih terus berjalan dengan pendalaman data ante morterm dan post mortem. Pihaknya berjanji akan semaksimal untuk mengidentifikasi seluruh korban, tanpa meninggalkan ketelitian.

Terkait target identifikasi korban, Kabid DVI Dokkes Mabes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidajati mengaku tak memasang target pasti. Yang jelas, pihaknya akan berusaha untuk menyelesaikan rangkaian identifikasi secepat mungkin.

"Terkait pertanyaan sampai kapan, tentu sampai kita berusaha agar seluruh jenazah atau kantong jenazah maupun body part, sampai semua (jenazah korban Ponpes Al Khoziny Sidoaro) teridentifikasi," ujar Kombes Pol Wahyu.

Ia menuturkan saat ini, Tim DVI sedang fokus melakukan pendalaman terhadap data ante mortem dan post mortem, sambil menunggu hasil sampel DNA korban yang dikirimkan ke Jakarta keluar. 

"Nah kapannya? Pertama kita akan berusaha untuk mengidentifikasi, sambil menunggu sampel DNA jadi, seperti hari ini, itu sampel DNA sudah jadi 2 gelombang. Makanya sampai 17 nama," imbuhnya.

Sebagai informasi, hari ini, Selasa (7/10), Tim DVI berhasil mengidentifikasi 17 korban dari 18 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara, Surabaya. Mereka adalah Muhammad Anas Fahmi (15) asal Bangkalan. 

Muhammad Reza Syifai Akbar (14) asal Surabaya, Afifuddin Zarkasi (13) asal Surabaya, Muhammad Rizki Maulana Saputra (16) asal Sidoarjo, Muhammad Ubaidillah (17) asal Bangkalan. 

Virgiawan Narendra Sugiarto (16) asal Lamongan, Muhammad Ali Sirojuddin (13) asal Surabaya, Muhammad Azam Habibi (14) asal Surabaya, M. Maulidi Hasany Kamil (16) asal Bangkalan, Ahmad Fatoni Abil Falaf (17) asal Bangkalan.

Kemudian M. Azam Albi Alfa Himam (17) asal Bangkalan, Khoirul Muttaqin (18) asal Kota Kediri, Farhan (17) asal Surabaya, Syafiuddin (15) asal Bangkalan, Achmad Ghiffary Nur (17) asal Gresik, Muhammad Ubay Dillah (15) asal Kalimantan Barat, dan Achmad Albi Fahri (13) asal Surabaya.

"Diharapkan berikutnya akan banyak lagi. Untuk sampel yang kita kirim, pernyataan saya sebelumnya, minimal 3 hari maksimal 2 minggu, tetapi pada kenyataannya 3-5 hari ya. Doakan mudah-mudahan yang terbaik saja," tukas Kombes Pol Wahyu.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore