Menteri PUPR Dody Hanggodo saat mengunjungi Ponpes Al Khoziny, Senin (6/10). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo tak berkomentar banyak saat meninjau lokasi runtuhnya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo pada Senin (6/10).
Termasuk mengenai kegagalan konstruksi dan Perjanjian Bangunan Gedung (PBG) yang menjadi sorotan pasca gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, ambruk tiba-tiba pada Senin (29/10) sekitar pukul 15.35 WIB.
"(Soal kegagalan konstruksi) Saya gak berani komentar lebih jauh. Nanti kita selesaikan dulu soal search rescue, baru kita bicara lainnya," tutur Hanggodo singkat setelah meninjau di lokasi, Senin (6/10).
Didampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Hanggodo menyaksikan lalu lalang tim SAR gabungan mengangkat puing serta mengevakuasi jenazah korban.
"Kita gak bicara (tentang) bangunan karena kita fokuskan juga ke search rescue yang diadakan Basarnas. Hari ini saya tidak berani bicara komentar lebih karena semunya lagi proses search rescue," imbuhnya.
Meski begitu, Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU tidak tinggal diam terhadap kemungkinan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pihak Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.
"Kalau kami nanti setelah Kepala Basarnas mengerjakan tugasnya, baru kami urusan berikutnya. Saya yang membangun dan sebagainya. Tapi sekarang posisinya save rescue," tegas Hanggodo.
Ketika ditanya awak media apakah kunjungannya ke Pondok Pesantren Al Khoziny adalah instruksi Presiden, mengingat BNPB menyebut tragedi ini terparah sepanjang 2025, Hanggodo tak menampiknya.
"Dengan Kepala Basarnas hadir itu sudah menjadi perhatian di sini. Jadi jangan kemarin hanya karena ada rapat, dengan adanya Kepala Basarnas di sini itu sudah ditugaskan oleh Pak Presiden," pungkasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Hingga Senin (6/10) pukul 18.34 WIB, sebanyak 169 orang berhasil dievakuasi, dengan rincian 104 korban selamat dan 60 korban meninggal dunia, termasuk 6 body part.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
