Foto udara bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (30/9/2025). (Alfian Rizal/ Jawa Pos)
M. Zainal Ali Abidin sejam pingsan di bawah reruntuhan dan baru siuman saat tim penyelamat mengangkatnya. Syehlendra Haical Raka dua hari tertimbun dan tak mengalami patah tulang atau luka berat lainnya.
Ahmad Rezatriya, Sidoarjo
Bagian tulang ekor M.Zainal Ali Abidin masih sakit. Begitu pula kepalanya yang mengalami gegar otak ringan. Kemarin (1/10), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny itu masih terbaring dikamar rawat inap Mawar Kuning RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur.
Sang ibu, Siti Fatimah, mendampinginya di sisi tempatnya berbaring. ”Alhamdulillah, Ali ditemukan selamat. Ini anak pertama saya, sebenarnya adiknya juga mondok di sana, cuma hari itu dia di rumah karena sakit perut,” kata wanita 41 tahun itu kepada Jawa Pos.
Hari itu yang dimaksud Siti adalah Senin (29/9), sekitar pukul 14.30, saat Ali bersama para santri lain salat Asar berjamaah di musala ponpes. Musala ponpes yang berlokasi di Buduran, Sidoarjo, tersebut berlantai tiga, dengan dua di antaranya telah digunakan untuk aktivitas.
Lantai tiga tengah dalam penyelesaian. Salat digelar di lantai 1. ”Posisi saya paling kanan (utara) dari bangunan,” kata Ali yang duduk di kelas XIMAN Al-Khoziny.
Ketika rukuk di rakaat kedua, remaja 17 tahun itu mendengar suara semacam batu jatuh, dua–tiga kali. Sejumlah temannya yang ikut berjamaah spontan kabur.
“Cuma saya nggak merasa gimana gitu karena saya pikir hanya runtuhan molen cor yang jatuh,” paparnya.
Ali salah menduga. Sekejap kemudian atap runtuh dan menimpanya. ”Badan saya kejepit dan setelah itu tak ingat apa-apa lagi,” katanya.
Sadar saat Dievakuasi
Salah satu korban ambruknya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)
Sekitar sejam lamanya Ali tertimbun di bawah reruntuhan dalam kondisi pingsan. Dia baru sadar bahwa dirinya habis tertimpa reruntuhan saat diangkat tim penyelamat. Itu pun dia masih kesulitan membuka mata. ”Saya tidak bisa buka mata, tapi telinga saya dengar suara teman-teman saya,” kata warga Peneleh, Surabaya,itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
