
Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Mulai Bongkar Bangunan Pakai Alat Berat. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Memasuki hari keempat pencarian korban tragedi rubuhnya bangunan di area Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, alat berat seperti crane mulai diturunkan, Kamis (2/10).
Keputusan mengangkat material bangunan dikonfirmasi oleh Tim Ahli Konstruksi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Mudji Irmawan. Dalam prosesnya, tim SAR gabungan akan menggunakan sejumlah alat berat.
"Kami menyiapkan pembongkaran bangunan yang collapse (runtuh) dengan menggunakan alat berat crane, sehingga memudahkan akses menuju korban," tutur Mudji ketika dikonfirmasi awak media, Kamis (2/10).
Potongan bambu-bambu bekas bangunan akan dibersihkan lebih dulu. Sebelum alat berat diturunkan ke lokasi. Dikatakan Mudji, alat berat crane diturunkan untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Meski diduga masih banyak korban yang tertimbun dalam reruntuhan gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, namun saat ini, diduga kuat tidak ada tanda kehidupan dari para korban yang terjebak.
Di lokasi, Tim SAR Gabungan telah menyiapkan dua crane. Dengan kapasitas sedang dan besar. ”Dengan jangkauan sekitar 25- 40 meter,” tambahnya.
Crane akan mengakut elemen-elemen struktur lebih dulu. Setelah itu akan dilakukan proses pembersihan secara menyeluruh. Mudji menyebut, proses pengangkatan struktur akan dilakukan secara presisi.
"Pembongkaran ini pertama untuk memudahkan akses ke korban. Sampah-sampah (berupa kayu dan bambu) kita bersihkan, kemudian kita potongi (besi dan beton) untuk diangkut," beber Mudji.
Proses evakuasi dilakukan dengan memotong bangunan sebelum material diangkat. Jika ditemukan korban saat proses, penggunaan alat berat akan dihentikan sementara agar tim SAR bisa fokus mengevakuasi.
Muji menyampaikan, pembongkaran diperkirakan membutuhkan dua hari. Tahapan dimulai dari pembersihan area hingga proses evakuasi korban tersisa. "(Targetnya) Jumat sore sudah selesai," tukasnya.
Selain menggunakan alat berat, tim DVI Polda Jatim juga melakukan pendataan keluarga korban. Pengumpulan data ini diperlukan untuk mengambil sampel DNA yang nantinya akan dicocokkan dengan identitas korban.
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan empat lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salat Asar rakaat kedua di lantai 1.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Hingga Kamis pagi (2/10), dilaporkan sebanyak 108 orang menjadi korban tragedi ini. Dari jumlah tersebut, 5 dilaporkan meninggal dunia dan 103 korban selamat.
Sementara total korban yang berhasil dievakuasi SAR adalah 18 orang. Tim SAR gabungan kini kini terus berupaya untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022